Home Khasanah Potret Masyarakat Ampel Surabaya Tempo Doeloe

Potret Masyarakat Ampel Surabaya Tempo Doeloe

by Fatur Rohman
0 comment

Surabaya sebagai salah satu kota pelabuhan terbesar di Indonesia sejak dulu, juga sebagai kota pusat perdagangan Indonesia bagian Timur. Hal ini terlihat didaerah pelabuhan banyak bermunculan toko-toko dan pasar didekatnya. Hal ini terlihat di kawasan Ampel Surabaya.

Dikawasan Ampel mulai jaman penjajahan sampai jaman sekarang tetap menjadi pusat kawasan perdagangan. Terutama perdagangan tradisional yang sifatnya grosir karena lokasi ampel ini berdekatan dengan pelabuhan tanjung perak.

Kawasan ini merupakan kawasan yang multikultur karena merupakan pusat perdagangan.  Banyak penduduk asli Surabaya dan penduduk pendatang yang bekerja di kawasan ini. Dengan adanya banyak penduduk dengan beberapa latar belakang yang tidak sama sehingga terjadi akulturasi budaya.

Banyak model bangunan yang mencerminkan latar budaya ini.
Bagi anda yang menyukai wisata kota tua dengan melihat-lihat bangunan kuno. Kawasan Ampel Surabaya dapat menjadi rujukan bagi anda berwisata kota tua.

Sampai saat ini kawasan ampel ini masih banyak berdiri bangunan kuno sejak masa penjajahan Belanja. Kawasan ini masyarakatnya dominan memeluk agama Islam hal ini terlihat ada menara masjid dan orang yang berpakaian muslim yang hendak melaksanakan shalat.

Pada tahun 1920an, bangsawan Belanda, Van Ingen, juga sempat meluncurkan Kartu pos yang memperlihatkan panorama di Jalan Ampel Suci mengarah ke utara dengan sebagai latar belakang Gerbang Ampel dan Masjid Ampel. Kiri kanan dari jalan ini terdapat toko-toko yang melayani peziarah dengan berjualan perlengkapan agama dan makanan khas Timur Tengah.

Entah kenapa kartu pos diberi judul Ampel Kesoemba. Mungkin orang yang memberi judul ini bingung tentang lokasi persisnya. Di sebelah timur dari mesjid ada Jalan Ampel Kesumba Pasar yang mengarah ke Masjid juga tetapi dari jalan ini gerbang tidak terlihat sama sekali.
Ampel, atau juga disebut Ngampel, adalah sebuah kawasan di bagian utara Kota Surabaya dimana banyak penduduk berketurunan Arab.

Pusat dari kawasan ini adalah Masjid Ampel, yang dibangun pada tahun 1872 di bekas lokasi masjid yang sudah didirikan pada abad ke-15. Masjid dibangun dalam gaya arsitektur Jawa Kuno dengan menara setinggi 35 meter yang bernuansa Arab, sebelum direnovasi pada tahun 1970-an.

Di kuburan di belakang masjid terdapat makam Sunan Ampel (1401-1481), salah satu penyebar Islam dari Walisongo yang legendaris. Sampai kini, kawasan Ampel merupakan tempat wisata religi yang ramai dikunjungi. (fatur/bbs)

Related Articles

Dari Santri Untuk Indonesia

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More