Home Jawa Timur Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di Jatim Tertinggi Secara Nasional

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di Jatim Tertinggi Secara Nasional

by admin
0 comment

SURABAYA | MATAHATI.NEWS — Meski kumulatif pasien Covid-19 di jatim masih terbilang tinggi, yakni  sebanyak 24.493 kasus., namun tingkat kesembuhan di Jatim paling tinggi di pulau jawa, yakni tercatat 17.685 atau 70,96 persen. Sekaligus melebihi prosentase nasional.

Berdasarkan data dari Public Health Emergency Operation Center (PHEOC) Kementerian Kesehatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), secara nasional persentase  tingkat kesembuhan di angka 64,2 persen.

Sedangkan di Pulau Jawa persentase kumulatif tertinggi setelah Jatim secara berturut-turut: DI Jogjakarta 66,1 persen, Jawa Tengah 62,7 persen, DKI Jakarta 62,1 persen, dan Jawa Barat 58,9 persen.

Sedangkan total kumulatif pasien sembuh Covid-19 di DKI Jakarta tercatat sebanyak 15.710, Jawa Tengah 6.571, Jawa Barat 4.352, dan Jogjakarta sebanyak 552.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, kesembuhan pasien Covid-19 merupakan hasil dedikasi dan perjuangan semua pihak. Meliputi tenaga kesehatan, TNI-Polri, para relawan serta seluruh masyarakat yang ikut bekerja keras menangani Covid-19.

“Alhamdulillah, jumlah kesembuhan pasien Covid-19 di Jatim terus bertambah. Terlebih, jumlah persentase kesembuhan ini melebihi nasional dan tertinggi di Pulau Jawa. Saat ini, persentase  kesembuhan dari semua 38 kabupaten/kota di Jatim telah melebihi 50 persen. Bahkan, di 18 kabupaten/kota telah melebihi 75 persen,” ujar Khofifah.

Khofifah menjelaskan, berkat kerja keras semua pihak tersebut kurva penambahan kasus mingguan di Jatim juga mulai menunjukkan penurunan. Sehingga, per Jumat (7/8), Jatim bukan lagi provinsi dengan kasus kumulatif Covid-19 tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data yang ada, total kumulatif positif Covid-19 di Jatim sebanyak 24.493 kasus.

Di sisi lain, testing yang dilakukan di Jatim juga tetap konsisten tinggi, khususnya untuk bisa memutus penularan Covid-19. Selain itu, jumlah rapid test yang sudah dilakukan mencapai 810.416 dan untuk Polymerase Chain Reaction (PCR) test sebanyak 153.254 sampel.

“Jumlah tes ini jika dianalogikan, yaitu kurang lebih 1 dari 50 penduduk di Jatim telah dirapid dan 1 dari 265 telah diswab. Angka ini terus konsisten meningkat,” tegas Khofifah.

Meski demikian, Khofifah tetap meminta seluruh masyarakat untuk menjaga protokol kesehatan dengan ketat karena masih belum sepenuhnya aman. ”Apalagi, masih ada beberapa klaster baru yang muncul dalam beberapa hari terakhir, sehingga jumlah kasus di Jatim naik signifika,” ujarnya.

 

Related Articles

Dari Santri Untuk Indonesia

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More