Home Nasional Kejagung Kembali Periksa 10 Orang Saksi Terkait Kasus Jiwasraya

Kejagung Kembali Periksa 10 Orang Saksi Terkait Kasus Jiwasraya

by Fatur Rohman
0 comment

JAKARTA I MATAHATI.NEWS- Tim Jaksa Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa 10 saksi terkait perkara tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Heri Setiyono menuturkan keterangan 10 orang orang saksi sebagai pengurus maupun sebagai karyawan perusahaan Manager Investasi (MI) serta karyawan Jiwasraya dan pejabat Bursa Efek Indonesia diperlukan untuk tersangka korporasi.

“Mengungkap sejauhmana peran para saksi dalam menjalankan perusahaannya dan kaitannya dengan jual beli saham dari pengelolaan keuangan dan dana investasi pada Jiwasraya yang terjadi di Bursa Efek Indonesia (BEI),” tutur Heri Setiyono dalam keterangan resminya, Kamis, 30 Juli 2020.

10 orang saksi yang diperiksa atau diminta keterangannya, antara lain sebagai berikut.

Saksi untuk tersangka korporasi GAP Capital yaitu Adi Pratomo Aryanto selaku Kepala Divisi Penilaian Perusahaan I pada BEI.
Saksi untuk tersangka korporasi PT Prospera Asset Management yaitu Ony Ardyanto selaku Kepala Bagian Akuntansi Keuangan periode Februari 2015 hingga sekarang.
Dua orang aksi untuk tersangka korporasi PT Treasure Fund Investama, terdiri dari Bambang Rahardja Burhan selaku Direktur PT Corfina pada 2015 dan Galuh Lindra selaku Dealer PT Corfina Capital pada 2015.
Saksi untuk tersangka korporasi PT MNC Asset Managemen yaitu Suwito Haryanto selaku Direktur/Komite Investasi.
Saksi untuk tersangka korporasi PT Maybank Asset Managemen yaitu Glen Riyanto selaku Business Management Institution PT Trimegah Securities.
Tiga orang saksi untuk tersangka korporasi PT OSO Managemen Investasi, antara lain Mohammad Rommy selaku karyawan Jiwasraya, Ita Puspo Nugroho selaku Koordinator Marketing PT OSO Marketing Investasi, dan Meitawati Edianingsih selaku Sales PT Trimegah Sekuritas Indonesia.
Saksi untuk tersangka korporasi PT GAP Capital yaitu Moudey Mangkey selaku swasta/nominee JHT.

Berkenaan dengan pandemi Covid-19, pihaknya menjalankan pemeriksaan sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan penularan dengan memperhatikan jarak aman antara saksi dengan Penyidik yang sudah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

“Para saksi wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan,” pungkasnya. ( ali)

Related Articles

Dari Santri Untuk Indonesia

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More