Home Khasanah Puasa Tarwiyah Dan Arafah Dimasa Pandemi

Puasa Tarwiyah Dan Arafah Dimasa Pandemi

by Fatur Rohman
0 comment

Meski pandemi covid 19 belum berakhir, umat Islam di seluruh dunia tetap bersemangat menyambut hari raya Idul Adha atau Idul Qurban. Kaum muslimin dan muslimat bila tidak ada udzur, dianjurkan untuk mengamalkan 2 puasa sunah, yaitu puasa Tarwiyah dan Arafah. Puasa Tarwiyah dilakukan pada 8 Zulhijah ( 29/7/2020), sedangkan puasa Arafah pada 9 Zulhijah (30/7/2020).

Adapun keutamaan  puasa Tarwiyah dan Arafah, dari berbagai sumber terpercaya. Sama seperti puasa Ramadan dan puasa lainnya, puasa Tarwiyah dan Arafah juga memiliki keutamaan tersendiri, salah satunya adalah menghapus dosa. Hal itu, tertulis dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu An-Najjar dan Abdullah bin Abbas bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda :

Puasa pada hari Tarwiyah akan mengampuni dosa setahun lalu, sedangkan puasa hari Arafah akan mengampuni dosa dua tahun” (HR Tirmidzi).

Sayangnya, hadis ini dinyatakan daif atau lemah. Namun, para ulama tetap mengizinkan untuk mengamalkan hadis tersebut dengan tujuan fadla’ilul a’mal (untuk memperoleh keutamaan) dan tidak dikaitkan pula dengan masalah aqidah dan hukum.

Adapun hadis sahih mengenai keutamaan puasa Arafah yang diriwayatkan Abu Qatadah RA (radhiyallahu ‘anhu).

Puasa hari Arafah dapat menghapuskan dosa dua tahun yang telah lepas dan akan datang, dan puasa Asyura (10 Muharram) menghapuskan dosa setahun yang lepas”  (HR Muslim).

Tidak hanya itu, keutamaan puasa Tarwiyah dan Arafah lainnya, adalah menjadi salah satu amalan yang disukai Allah SWT.

Menurut riwayat Ibnu Abbas, Rasulullah SAW mengatakan bahwa tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT daripada perbuatan baik yang dilakukan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijah.

Ditambah, Allah SWT akan memberikan pahala langsung serta menjanjikan dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa, yaitu kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika bertemu dengan-Nya.

Amalan-amalan baik yang dilakukan saat Idul Adha

Pada saat datangnya hari raya Idul Adha, ada beberapa amalan baik yang dapat dilakukan umat Islam. Diantaranya :

1. Mengumandangkan takbir

Umat Islam disunahkan untuk mengucapkan takbir mulai dari tenggelamnya matahari (9 Zulhijah) hingga menjelang dilaksanakannya salat Iduladha dan berakhir pada hari Tasyrik, yaitu 13 Dzulhijah. Takbir ini pun dapat dilakukan sendiri.

2.  Mandi sebelum salat Idul Adha

Ali bin Abi Tholib RA (radhiyallahu ‘anhu), meriwayatkan bahwa mandi yang dianjurkan adalah mandi pada hari Jumat, hari Arafah, hari Idul Adha, dan Idulfiri (HR Al Baihaqi 3/278).

3. Memakai pakaian terbaik yang bersih dan untuk laki-laki gunakan parfum

Disunahkan untuk mengenakan pakaian terbaik dan bersih. Bagi laki-laki dianjurkan untuk menggunakan parfum, sedangkan perempuan dilarang menggunakannya. Perempuan juga tidak boleh berlebihan dalam berpakaian.

4. Berjalan kaki menuju tempat salat Ied

Tetap mengikuti protokol kesehatan, seyogyanya kita memakai masker saat menuju ke tempat pelaksanaan salat Ied.  Dengan berjalan kaki agar saling bertegur sapa, namun hindari jabat tangan . Dan tempati shaf sesuai aturan (hindari tanda X) dan dianjurkan pula berangkat lebih awal.

5. Tidak makan sebelum selesai salat Ied

Berbeda dengan hari raya Idulfitri yang disunahkan makan sebelum salat Ied. Ketika hari raya Idul Adha, umat Islam tidak dianjurkan makan hingga salat Ied selesai.

Sekali lagi, meski dalam kondisi wabah covid -19 belum berakhir, marilah tetap semangat dalam menjalankan semua perintah-Nya. Semoga wabah akan segera diangkat oleh Allah SWT, sehingga diwaktu – waktu mendatang seperti dibulan ini (dzulhijah ) para calon jamaah Haji dapat melaksanakan ibadah Haji yang tahun ini tertunda. Amin.. ( fatur/bbs)

Related Articles

Dari Santri Untuk Indonesia

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More