Home Nasional Kejagung RI Periksa 2 Dosen ITB Terkait Kasus Pencucian Uang

Kejagung RI Periksa 2 Dosen ITB Terkait Kasus Pencucian Uang

by Fatur Rohman
0 comment

JAKARTA I MATAHATI.NEWS –  Kejaksaan Agung (Kejagung) mengusut kasus pencucian uang, dengan memeriksa dua orang dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) karena diduga ada kaitannya dengan proses penyaluran dana atau keuangan dari PT Evio Sekuritas maupun PT Aditya Tirta Renata.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Hari Setiyono, di Jakarta, Selasa (28/7/2020), menyampaikan, kedua dosen tersebut yakni Christian dan Bambang Kuncoro yang juga Pelaksana dari pihak Lembaga Afiliasi Penelitian Indonesia (LAPI) ITB.

“Selaku pelaksana kegiatan pada LAPI ITB para saksi dianggap ada kaitannya dengan proses penyaluran dana atau keuangan dari PT Evio Sekuritas maupun PT Aditya Tirta Renata,” katanya.

Penyidik memeriksa kedua orang dosen tersebut sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait fasilitas pembiayaan dari PT Danareksa Sekuritas pada tahun 2014-2015 kepada 2 perusahaan itu.

Menurut Hari, karena itu penyidik menilai perlu meminta keterangan mereka sebagai alat bukti berupa keterangan saksi guna pembuktian perbuatan tersangka perkara dugaan tindak pidana pencucian uang dalam pemberian fasiltas pembiayaan tersebut. Terkait ini, Gatra.com berusaha untuk meminta konfirmasi pihak terkait.

“Pemeriksaan para saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19,” ujarnya.

Dalam kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas pembiayaan dari Danareksa kepada PT Aditya Tirta Renata (PT ATR) pada tahun 2014-2015, Kejagung menetapkan Direktur Utama (Dirut) PT Danareksa Sekuritas (2010-2015), Marciano Hersondrie Herman; Direktur PT ATR, Zakie Mubarok Yos; serta dua orang dari kalangan swasta, Rennier Abdul Rahman Latief serta Erizal bin Sanidjar Ludin sebagai tersangka.

Sedangkan tersangka untuk kasus pemberian fasilitas pembiayaan PT Danareksa Sekuritas kepada PT Evio Sekuritas, yakni mantan Direktur Retail Capital Market PT Danareksa Sekuritas, Sujadi; mantan Direktur PT Evio Securitas, Teguh Ramadhani; serta Marciano Hersondrie Herman dan Rennier Abdul Rahman Latief.

Kejagung kemudian menetapkan pemilik modal pada PT Evio Sekuritas dan Komisaris di PT Aditya Tirta Renata, Rennier Abdul Rahman Latief, sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang terkait pemberian fasilitas pembiayaan dari PT Danareksa Sekuritas kepada PT Evio Sekuritas tahun 2014-2015. (ali)

 

Related Articles

Dari Santri Untuk Indonesia

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More