Home HUKUM Jual Obat Untuk Hewan, Dipakai Untuk Manusia Irmatati Daleputri Didakwa Pengedar Obat Keras

Jual Obat Untuk Hewan, Dipakai Untuk Manusia Irmatati Daleputri Didakwa Pengedar Obat Keras

by admin
0 comment

SURABAYA | MATAHATI.NEWS – Sidang perkara tanpa surat edarkan atau resep dokter obat jenis Ketamine cairan dalam botol 10 ml, dengan terdakwa Irmatati Daleputri binti Syafri Dale, yang digelar perdana di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, secara online, Selasa (21/7/2020).

Sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ahmad Muzakki, SH dari Kejari Surabaya.

Dalam dakwaan jaksa, Bahwa terdakwa dalam menjual atau mengedarkan 15 (lima belas) botol Ketamin bentuk cairan dalam botol 10 ml tersebut , tanpa disertai resep dokter dan tidak memiliki izin edar, yang diketahui obat Ketamin tersebut bukan diperuntukan untuk manusia namun diperuntukan untuk Hewan.

Sidang dilanjutkan mendengarkan keterangan saksi penangkap dari Kepolisian, saksi Rizki Wardhana, menjelaskan dalam persidangan bahwa terdakwa Irmatati Deleputri ditangkap, setelah hasil pengembangan dari penangkapan William Surya Wardhana ( berkas perkara terpisah), yang diketahui obat Ketamine tersebut mendapatkan dari terdakwa Irmatati.

Terdakwa mengaku ketamine tersebut tergolong obat keras, untuk mendapatkannya, harus menggunakan resep dokter , namun William Surya Wardhana ( berkas terpisah) membeli tanpa resep, dan digunakan untuk dirinya ( untuk manusia, red) sedangkan Ketamine yang dimaksud dipergunakan untuk Hewan.Terdakwa Irmatati menjual perbotol seharga 164 ribu.

Saksi berikut, juga didengarkan keterangan saksi William Surya Wardhana (berkas terpisah), yang menjelaskan mengenal terdakwa sama sama satu gereja, saksi dikenalkan oleh pak Djoko. William.mengaku membeli ketamine tersebut untuk dipakai sendiri, dan menjual pula kepada teman temannya seharga 1 juta perbotol.Saksi tahu kalau ketamine tersebut dipakai untuk hewan, tapi dirinya merasa nyaman karena ada sakit.

Saat pemeriksaan terdakwa, Irmatati Daleputri, mengatakan bahwa dirinya ditangkap di hotel Narita sekitar pukul 22.00 wib di Tulungagung, terdakwa mengaku tidak tahu tentang ijin edarnya, terdakwa menjual karena di perusahaannya ada untuk binatang sapi, sekali jual bisa sampai 100 botol, terdakwa mengaku bersalah dan khilaf saat itu.

Sidang akan dilanjutkan Selasa mendatang dengan agenda pembacaan tuntutan oleh JPU.
Bahwa terdakwa Irmatati Daleputri binti Syafri Dale pada hari Senin tanggal 03 Februari 2020 sekitar pukul 13.56 Wib, Bertempat di Jalan Suryat No. 127 Blitar.

Dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar,
Terdakwa yang tidak mempunyai izin keahlian sebagai tenaga apoteker, bukan sebagai tenaga kesehatan atau medis.

Dengan sengaja mengedarkan berupa obat jenis Ketamine 100 Injectable Solution kepada saksi William Surya Wardhana anak dari Darmawan Wardana sebanyak 15 botol ketamine seharga 164 .500,- per botolnya.

Selanjutnya terdakwa ditangkap oleh saksi Rizki Wardhana dan saksi Bayu Janurda, saat dilakukan penggeledahan , ditemukan Barang Bukti 1 HP iPhone warna rose.

Bahwa terdakwa dalam menjual atau mengedarkan 15 (lima belas) botol Ketamin tersebut tanpa disertai resep dokter dan tidak memiliki izin edar.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 197 Undang-Undang RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan(ali)

Related Articles

Dari Santri Untuk Indonesia

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More