Home Ekbis Inovasi & Sinergi, Kunci SBI Atasi Dampak Pandemi Covid-19

Inovasi & Sinergi, Kunci SBI Atasi Dampak Pandemi Covid-19

by admin
0 comment

JAKARTA – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (“SBI/Perseroan”) hari ini, Kamis (9/8/2020) melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta.

Dimana dalam hasil RUPST telah menyetujui dan mengesahkan laporan keuangan perseroan tahun buku 2019. Menyetujui penggunaan laba bersih PT SBI Tbk tahun buku 2019 untuk pembayaran dividen sebesar 5% dari Laba Bersih 2019.

Dan sisanya dicatat sebagai Saldo Laba untuk mendukung kegiatan operasional dan pengembangan Perseroan. Perseroan membayarkan dividen kepada para pemegang saham Rp 3,6 per lembar saham atau senilai total Rp 24.952.634.952.

Juga menyetujui penunjukan Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (Price Waterhouse Coopers Indonesia) untuk mengaudit kinerja keuangan Perseroan tahun buku 2020.

Sedangkan hasil dari RUPSLB telah menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan tugas, tanggung jawab dan wewenang Direksi. Serta penyesuaian terhadap Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI No.15/POJK.04/2020 Tentang Rencana Dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka.

Menerima pengunduran diri Francisco Malave Noriega dari jabatannya sebagai Komisaris Independen Perseroan efektif sejak 9 Juli 2020. Dan mengangkat Prijo Sambodo sebagai Komisaris Independen Perseroan menggantikan Francisco Malave Noriega.

Prijo Sambodo saat ini menjabat Komisaris PT Tata Guna Patria Engineering sejak 2015 sampai sekarang. Dia juga pernah berkarya di Komisi Eksekutif Komite Nasional Indonesia Bendungan Besar dan menjabat sebagai Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum.

Pengalaman dan kompetensi di bidang konstruksi akan membantu Perseroan meningkatkan pertumbuhan, dan memastikan kelangsungan bisnis Perseroan pada masa-masa mendatang.

Kinerja Tahun 2019

Di tengah pasar yang relatif stagnan dan kelebihan pasokan yang masih membayangi industri semen nasional, SBI mampu meningkatkan kinerja signifikan sejak bergabung dengan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG pada awal 2019. Bahkan membalikkan kinerja dengan membukukan laba positif dibanding kerugian yang dialami Perseroan sejak 2016 silam.

Beberapa kinerja penting di 2019 dapat antara lain, volume penjualan meningkat menjadi 12,3 juta ton atau naik 4,80% dari 11,8 juta ton di 2018. Peningkatan volume ini didorong oleh peningkatan penjualan semen dan terak domestik 5,01% menjadi 11,8 juta ton dari 11,3 juta ton di 2018, serta peningkatan volume penjualan beton jadi (ready-mixed concrete) 3,19% menjadi 1.501 m3 pada 2019 dari 1.454 m3 pada tahun sebelumnya.

Kombinasi peningkatan volume dan kekuatan merek produk mampu meningkatkan pendapatan menjadi Rp 11,06 triliun atau naik 6,55% dari Rp10,38 triliun pada tahun sebelumnya. EBITDA naik 64,29% menjadi Rp 1,78 triliun di 2019 dari Rp 1,08 triliun di 2018.

Program-program efisiensi yang dijalankan sepanjang 2019, mampu membantu menurunkan beban pokok pendapatan 6,43%. Sehingga SBI mampu meningkatkan Laba Sebelum Bunga & Pajak Penghasilan dan akhirnya mencetak Laba Bersih sebesar Rp 499 miliar.

Kinerja Perseroan Kuartal 1/2020

Pada kuartal I/2020, perekonomian nasional mengalami tekanan. Selain disebabkan situasi global dengan terus menurunnya harga minyak dunia, pandemi Covid-19 juga mulai menghantam Indonesia pada awal Maret 2020. Kondisi ini turut mempengaruhi konsumsi semen nasional.

Data Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mencatat konsumsi semen nasional kuartal I/2020 mengalami penurunan 4,9% dibanding periode yang sama 2019. Namun, SBI tetap mampu mencatatkan kinerja positif yang cukup konsisten sejak bergabung dengan SIG pada awal 2019 lalu.

Dimana volume penjualan semen dan terak meningkat 5,78% menjadi 2,84 juta ton jika dibanding periode sama tahun lalu yang tercatat 2,69 juta ton. Meski volume penjualan semen dan terak domestik turun 1,41%, namun volume penjualan ekspor meningkat 180,93% dibanding kuartal I/2019.

Peningkatan volume penjualan berkontribusi pada peningkatan pendapatan sebesar Rp 2,46 triliun atau naik 4,88% dari Rp 2,35 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Laba kotor meningkat 35,70% menjadi Rp 666 miliar.

Program-program efisiensi dan sinergi berhasil menurunkan beban pokok pendapatan serta beban distribusi dan penjualan masing-masing 3,26% dan 9,65%. Sehingga EBITDA meningkat 47,62% menjadi Rp 398 miliar dan laba sebelum bunga dan pajak penghasilan meningkat 149,45% menjadi Rp 296 miliar.

Capaian ini membantu SBI membalikkan keadaan dari kerugian pada kuartal I/2019, menjadi laba sebesar Rp 68 miliar pada kuartal I/2020.(ali)

Related Articles

Dari Santri Untuk Indonesia

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More