Home Ekbis Productivity Center Meningkatkan Produktivitas dan Daya Saing

Productivity Center Meningkatkan Produktivitas dan Daya Saing

by admin
0 comment

SURABAYA – Peningkatan produktivitas pekerja Indonesia, khususnya di Jatim sangat penting ditingkatkan jika mau menjadi pemenang dalam persaingan global. Ada beberapa indikator dan solusi untuk meningkatkan produktifitas.

Dr Ir Jamhadi, MBA, Ketua Aliansi Pendidikan Vokasional Seluruh Indonesia (APVOKASI) Jatim menjelaskan, solusinya agar industri di Jatim betah dan investasi terus meningkat disaat terjadi kenaikan UMK ialah mendirikan Productivity Center.

Jamhadi yang juga Ketua Yayasan Kedaulatan Pangan Nusantara (YKPN) Jatim memaparkan, pada 2020 ini terjadi kenaikan upah minimum kota/kabupaten (UMK) 8,51% dengan besaran upah tertinggi Rp 4.200.479,19 dan terendah Rp1.913.321,73.

Kenaikan UMK 2020 ini mengacu pada Surat Menteri Ketenagakerjaan No. B-M/308/HI.01.00/X/2019 pada 15 Oktober 2019 perihal data tingkat inflasi nasional dan pertumbuhan PDRB 2019. Juga, acuan yang dipakai terhadap kenaikan UMK 2020 pada formula perhitungan upah minimum yang diatur pada Pasal 44 ayat 2 Peraturan Pemerintah (PP) No. 78/2015 Tentang Pengupahan, Permen Ketenagakerjaan No.15/2018 Tentang Upah Minimum.

“Kami menyamakan pandangan tentang kenaikan UMK Jatim berdasarkan PP nomor 78/2015 dengan solusi, yaitu mendirikan Productivity Center. Melalui Productivity Center ini dimungkinkan pelatihan peningkatan produksi bagi pekerja sesuai jenis produksi dalam industri,” kata mantan Ketua KADIN Kota Surabaya 2 periode.

Pelatihan di Productivity Center, lanjutnya, dilaksanakan dengan melibatkan pemilik industri, KADIN, Apindo, HIPMI, IWAPI, komunitas UMKM Kabupaten/Kota, Akademisi APVOKASI dan umum sesuai lokasinya. Pemda dengan memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK) dan pusat pelatihan di Kawasan Industri. Di BLK disediakan trainer ahli dari gabungan pemilik industri, KADIN, Apindo, HIPMI, IWAPI dan Pemda dengan BLK.

Di BLK atau pusat pelatihan itu, calon tenaga kerja atau tenaga kerja diberikan materi dan praktik keahlian agar lebih meningkatkan produktivitasnya. Sehingga daya saing industri di Jatim, khususnya dan Indonesia lebih meningkat.

“Saya yakin, jika Productivity Center digarap serius dan produktivitas meningkat, maka investor tidak akan ragu berinvestasi di Indonesia, khususnya Jatim,” katanya.

Laporan tahunan Asian Productivity Organization (APO) 2019, posisi produktivitas per pekerja Indonesia berada pada peringkat ke-3 di bawah Singapura dan Malaysia. Peringkat ini naik 1 peringkat dari tahun sebelumnya.

Indonesia unggul dari Filipina, Laos, Vietnam, dan Kamboja. Singapura masih unggul dengan nilai produktivitas tenaga kerja dan produktivitas jam kerja masing-masing sebesar USD 154,95 ribu per tenaga kerja per tahun dan 67,40 US$ per jam per tenaga kerja.

Di lain data, dari catatan Jamhadi yang dikutip dari World Economic Forum (WEF), peringkat daya saing Indonesia turun 5 peringkat pada 2019, yakni di posisi 50 dari semula di urutan 45 pada 2018. Indonesia hanya berhasil mengantongi skor 64,6, turun tipis 0,3 dari tahun lalu.

“Hadirnya Productivity Center ini menjadi solusi dari kenaikan UMK. Karena tiap tahun, kenaikan UMK tidak bisa dihindari. Tapi ada aturan proyeksi kenaikan yang jelas, antara lain naik sebesar nilai inflasi daerah tersebut ditambah tingkat pertumbuhan ekonominya. Sehingga antara penyedia jasa dan penggunaan jasa sama-sama clear dalam membuat forecast Production cost dari perusahaannya,” jelas Jamhadi.

Kian meningkatnya produktivitas di Jatim, harapan Jamhadi pada 2021, 2022, dan seterusnya sudah bukan dengan merelokasi pabrik di luar Jatim.

“Kami terus mencari solusi dan terobosan agar dunia usaha tetap lancar dan pekerjanya sejahtera. Dan untuk investor baru, kami dukung pelaksanaan perijinan yang lebih cepat bersama OSS yang sudah bagus,” kata Dewan Pembina Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Jatim ini.

“Kami juga terus berkiprah turut meningkatkan kinerja ekonomi dari trade, tourism, investment di Jatim khususnya dan Indonesia pada umumnya. Kami siap kolaborasi pentahelix. Dari akademisi bisa melakukan Riset and Development bagi perusahaan dan semua competitive,” lanjutnya.

Dengan demikian, kata Jamhadi, seluruh simpul-simpul potensi ekonomi di kabupaten/kota lebih bisa ditingkatkan dan pengangguran bisa jauh berkurang karena punya neraca pekerja.

“Kami akan bekerja keras untuk membuat kajian tentang upah dan meningkatkan Production Center untuk Indonesia yang lebih hebat,” tutup CEO Tata Bumi Raya Group.(ali)

Related Articles

Dari Santri Untuk Indonesia

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More