Home Pendidikan Rapid Tes Syarat Ikuti Tes UTBK, Calon Mahasiswa Serbu RSHU

Rapid Tes Syarat Ikuti Tes UTBK, Calon Mahasiswa Serbu RSHU

by admin
0 comment

SURABAYA | MATAHATI.NEWS – Ratusan calon mahasiswa yang akan mengikuti tes Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) diharuskan melampirkan surat keterangan rapid tes sebagai salah satu syarat dalam pelaksanaan UTBK di tengah pandemi Covid-19.

Humas Rumah Sakit Husada Utama (RSHU), Redita Putri Iriani mengatakan, pihaknya membuka rapid tes massal yang digelar di halaman parkiran belakang RSHU, bagi calon mahasiswa yang akan mengikuti tes UTBK, sebagai salah satu syarat yang harus dilampirkan.

“175 ribu, kalo umum 300 ribu tapi kalo butuh surat keterangan untuk kerja biasanya nambah 50 ribu jadi 350 ribu. Bisa di ambil sore. Langsung di laboratorium lantai dua jam 6,” kata Redita saat dijumpai disela-sela gelaran rapid tes, Jumat (3/7/2020)

Redita menceritakan, jika rapid tes yang dibuka pada pukul 09:00 WIB tersebut, sudah banyak calon mahasiswa yang datang lebih awal untuk mengikuti rapid tes. Sedangkan, rapid tes massal itu dilakukan hingga pukul 12:00 WIB.

“Jam 09:00-12:00, kalau hari biasa sama, umum juga sama. Senin sampai Jumat ditempat yang sama,” imbuhnya.

Bagi calon mahasiswa yang akan mengikuti rapid tes, kata Redita, cukup menunjukkan KTP dan kartu peserta UTBK dalam bentuk print, kemudian data itu disetorkan ke petugas untuk dilakukan pemberkasan, supaya data rapid tes umum dan calon mahasiswa yang mengikuti tes UTBK tidak tercampur. Kemudian, hasil rapid tes dapat diambil sore harinya.

“Iya, langsung ngambil di hari yg sama tapi jam 6 sore, jadi gabisa diambil langsung sekarang, setelah diambil sampel,” tambahnya.

Kendati demikian, saat calon mahasiswa itu menunjukan hasil rapid tes reaktif, Redita mengaku belum mengathui pasti langkah apa yang harus dilakukan. Pihaknya hanya melakukan rapid tes saja untuk saat ini.

“Kalo reaktif untuk UTBK ini saya kurang tahu pasti ya, tapi kalo umum kalo reaktif itu kita sarankan konsultasi dengan dokter atau kalo mau langsung swab ya gapapa,” tukasnya.

Pihak RSHU menyediakan kuota bagi calon mahasiswa yang mengikuti rapid tes massal itu. Saat disinggung mengenai pertanyaan, apakah rapid tes massal ini akan terus di gulirkan, Redi belum mengetahui secara pasti. Sehingga, dirinya tidak bisa menjawab terlalu jauh.

“Nyediainnya ada sekitar 500. Untuk hari ini mau di stop dulu sampai 200. Sedangkan hari ini, hari pendek ya,” tandasnya.

Redita juga berpesan kepada calon mahasiswa, supaya tidak sering nongkrong di tempat keramaian. Sebab, hal itu disinyalir sebagai salah satu akses seseorang terjangkit Covid-19. Maka dari itu, Redita mengimbau calon mahasiswa yang identik dengan anak-anak muda.

“Sekaraang sudah mulai banyak yang nongkrong. Tolong tetap sebisa mungkin jangan keluar rumah, memang sih kita kangen nongkrong sama temen. Mau nongkrong gapapa, tapi ya jangan terlalu sering, (di tempat) terlalu ramai juga,” ujarnya.

Dilain hal, Calon mahasiswa yang akan mengikuti tes UTBK di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Wildan Zakaria, membenarkan hal jika salah satu syarat tes UTBK adalah melampirkan surat keterangan rapid tes.

“Iya buat UTBK. Buat masuknya itu harus ngelengkapi syarat lampiran surat keterangan non reaktif rapid tes ini,” Wildan memungkasi.

Berdasarkan pantauan Matahati.news di lokasi, ratusan calon mahasiswa yang mengikuti rapid tes massal di RSHU, antre hingga mengular. Ratusan calon mahasiswa itu juga tamoat menggunakan masker tetapi ada beberapa yang tidak menerapkan physical distancing. (wdy)

Related Articles

Dari Santri Untuk Indonesia

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More