Home Pendidikan Ratusan Mahasiswa Gelar Demo di Depan Kantor LLDIKTI

Ratusan Mahasiswa Gelar Demo di Depan Kantor LLDIKTI

by admin
0 comment

SURABAYA | MATAHATI.NEWS – Ratusan mahasiswa gabungan dari Jawa Timur, mendatangi Kantor LLDIKTI Wilayah VII yang berada di Jalan Ir. Soekarno, Klampis Kecamatan Sukolilo, mereka melakukan orasi di depan kantor tersebut, dimulai sejak pukul 12:00 WIB.

Ketua Aliansi BEM Surabaya, Eko Pratama menjelaskan, kedatangan mereka di kantor LLDIKTI membawa tuntutan berupa keringangan pembayaran uang semester untuk perguruan tinggi swasta, di masa pandemi Covid-19 ini.

“Tuntutannya turunkan spp 50 persen. Kami minta negara hadir disini. Permendikbud no 25 tahun 2020 tidak mengatur relaksasi spp perguruan tinggi swasta. Kami bukan anak tiri,” kata Eko, saat ditemui usai orasi, Senin (29/6/2020).

Sebelumnya, hal yang melatarbelakangi demo itu terjadi, kata Eko, dikarenakan perguruan tinggi swasta tidak diberikan hak relaksasi yang sama. Kendati perguruan tinggi swasta juga ikut berpartisipasi dalam menyumbang Sumber Daya Manusia (SDM) untuk Indonesia.

“Kami juga menyumbang SDM untuk Indonesia. Kami pingin hak yang sama, (dengan) yang sudah diberikan relaksasi,” imbuhnya.

Eko mengatakan, ratusan mahasiswa yang menggelar demo di deoan kantor LLDIKTI itu dudah ditemui dengan Suprapto, selaku Ketua LLDIKTI. Eko menambahkan, jika tuntutan yang dilayangkan sudah di tandatangani oleh Suprapto.

“Sama Prof Suprapto sudah di tandatangani tuntutan kita. Ketua LLDIKTI sudah menyetujui,” tambahnya.

Diketahui aksi gabunga yang digelar sedemikian, diikuti oleh 20 kampus yang ada di Jawa Timur. Eko mengaku, jika pihaknya akan membawa massa yang lebih besar dan berencana akan menggelar aksi serupa di Kantor Gubernur Jawa Timur dan Kantor DPRD Jawa Timur.

“Kami akan kawal ini. Kami menyasar DPRD Jatim dan Pemerintah Provinsi Jatim untuk memberikan jaminan, supaya teman-teman mahasiswa bisa tetap kuliah meskipun nunggak. Kami akan adakan aksi lagi di gedung DPRD Jatim dan Pemprov, dalam minggu ini akan kami kondisikan,” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan Matahati.news di lokasi, ratusan demonstran itu menggunakan masker, dan menggunakan jas almamater sebagai identitas masing-masing kampus.

Kendati menerapkan protokol kesehatan berupa menggunakan masker dan hand sanitizer. Tetapi, ratusan mahasiswa yang sedang menyampaikan aspirasi itu tidak menerapkan physical distancing dan bergerombol. (wdy)

Related Articles

Dari Santri Untuk Indonesia

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More