Home Peristiwa Pedagang Jamur Enoki Rela Rugi, Daripada Membahayakan Kesehatan Pembeli

Pedagang Jamur Enoki Rela Rugi, Daripada Membahayakan Kesehatan Pembeli

by admin
0 comment

SURABAYA | MATAHATI.NEWS -Jamur Enoki asal Korea Selatan diketahui mengandung bakteri buruk Listeria monocytogenes yang dapat membahayakan kesehatan, jika dikonsumsi oleh ibu hamil, lansia dan orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah. Oleh sebab itu, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan), meminta pelaku usaha untuk memusnahkan jamur itu dari peredaran.

Kerugian itu dirasakn oleh pedagang jamur yang berada di pasar modern maupun pasar tradisional. Evi Cholifah, selaku pedagang jamur mengaku, ia rela menghentikan penjualan jamur enoki daripada mengorbankan kesehatan pembelinya.

“Saya hentikan dulu sementara sampai ada pemberitahuan. Rugi sih endak, cuman agak berkurang pembeli jamur enoki karena yang paling laris dan beralih ke jamur lain. Mending nggak jual dari pada pembeli saya sakit habis makan jamir enoki,” kata Evi, Senin (29/6/2020).

Menurutnya, jamur yang berasal dari Korea Selatan itu banyak sekali peminatnya. Sebab, teksturnya lebih bagus daripada lainnya. Akan tetapi, kata dia tak semua jamur enoki yang ada di distributor itu bahaya, tapi ada juga yang aman untuk kesehatan.

“Jamur yang dari korea beda dari yang lain, teksturnya lebih bagus dari China dan Malaysia. Jamur enoki yang punya greenco yang coklat itu dicabut, tapi gatau jamur enoki lainnya. Gini imbasnya ke semua, orang persepsinya sama,” jelasnya.

Sementara itu, senada dengan Evi, Ujang pedagang pedagang di Pasar Wonokromo mengaku, ia lebih memilih memusnahkan jamur enoki daripada mengorbankan kesehatan pembelinnya juga.

“Kemarin ada beberapa stok. Karena ada kabar itu mending saya rugi, saya buang dari pada nggak aman dikonsumsi orang,” kata dia.

Kendati demikian, salah satu swalayan pusat buah dan sayur yang ada di Surabaya tetap menjual jamur tersebut. Salah satu karyawan bernama Adi mengatakan, pada tiga hari lalu di swalayan ia bekerja, tidak mengedarkan jamur itu. Tetapi, hari ini dijual lagi karena dirasa aman-aman saja.

“Sempet kosong dua atau tiga hari setelah ada kabar miring. Sekarang ready lagi ini aman. Enoki paling laris dibanding dengan jamur yang lain. Sekali datang empat sampai lima karton, biasanya terjual dalam tiga harian,” pungkas Adi. (wdy)

Related Articles

Dari Santri Untuk Indonesia

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More