Home Surabaya Maraknya Gowes di Surabaya, Pemkot Surabaya Imbau Masyarakat Tetap Taati Aturan

Maraknya Gowes di Surabaya, Pemkot Surabaya Imbau Masyarakat Tetap Taati Aturan

by admin
0 comment

SURABAYA | MATAHATI.NEWS – Maraknya gowes atau bersepeda mengalami trend di Kota Surabaya, hal ini menjadi fenomena musiman yang luar biasa atensi warga Surabaya dalam kegiatan itu. Sebab, tak hanya remaja saja yang menikmati kegiatan itu, bahkan orang tua dan anak kecil sering dijumpai melakukan aktifitas bersepeda di titik-titik pusat Kota Surabaya.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Febriadhitya Prajatara mengatakan, jika hal itu tidak menjadi masalah yang serius, asal dalam melakukan kegiatan itu, masyarakat tetap mentaati aturan dan menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah.

“Tapi yang jelas masyarakat yang bersepeda itu kami imbau tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti tetap menggunakan masker dan menerapkan jaga jarak yang penting” kata Febri saat ditemui di Halaman Balai Kota Surabaya, Sabtu (27/6/2020).

Penerapan protokol kesehatan saat melakukan kegiatan bersepeda, kata Febri, itu perlu dilakukan dengan maksud, untuk mengantisipasi munculnya kasus baru sebaran Covid-19. Sehingga, kegiatan bersepeda yang dapat membuat sehat, jangan sampai malah menyebabkan timbulnya penyakit.

“Bersepeda itu memang sehat, tapi kebiasaan yang dulunya bergerumbul itu malah membuat maksud dari bersepedah yang sehat itu malah menjadi tertular covid,” terangnya.

Pemkot Surabaya memastikan, jika pihaknya telah menyiagakan petugas keamanan di beberapa titik lokasi yang digandrungi oleh pegowes itu, hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan massa di lokasi itu.

“BPB dan Linmas, Satpol PP, terutama tim Asuhan Rembulan itu kan keliling setiap hari. Mereka (petugas) tak henti-hentinya memberikan imabauan. Kalaupun ada yang bergerombol segera dilakukan upaya sesuai dengan Perwali,” jelasnya.

Dalam upaya memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pegowes tersebut, Febri mengatakan, bahwa ia telah memetakan lokasi tujuan bagi pegowes, seperti Taman Bungkul, Taman Apsari dan titik-titik lainnya.

“Jadi petugas kita kan keliling, teman-teman satpol dan linmas kan sudah memetakan dimana rata-rata tempat berkumpulnya. Jadi di titik-titik tersebut, insyaallah sudah diantisipasi,” lanjutnya.

Jika petugas ditempat menemukan pegowes yang tidak menerapkan protokol dasar kesehatan seperti menggunakan masker dan berjaga jarak satu sama lain, pegowes yang bersangkutan akan di tindak kemudian diberikan sanksi berupa nyanyi, menyapu, hingga penyitaan KTP.

“Jadi memang upaya-upaya tersebut merupakan langkah sosialisasi terhadap para pesepeda,” pungkasnya. (wdy)

Related Articles

Dari Santri Untuk Indonesia

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More