Home Peristiwa Warga Benowo Ciptakan Inovasi Tempat Hand Sanitizer Sistem Injak

Warga Benowo Ciptakan Inovasi Tempat Hand Sanitizer Sistem Injak

by admin
0 comment

SURABAYA | MATAHATI.NEWS – Hand Sanitizer merupakan barang wajib gang harus disediakan di seluruh tempat, tak terkecuali tempat peribadatan. Menyikapi hal itu, salah seorang warga Perumahan Dreamjng Land, Surabaya mebuat jnovasj berupa tempat hand sanitizer dengan sistem injak.

Yoni Ponco Astowo, penemu alat inovasi itu mengatakan, jika penemuan itu dilatar belakangi dengan hand sanitizer pencet yang digunakan secara bergantian, hal itu dapat menjadi salah satu faktor penyebaran Covid-19. Sehingga, terciptalah alat inovasi tempat hand sanitizer sistem injak.

“Jadi untuk mengeluarkan cairannya, kalau biasanya dipencet dengan tangan saya buatnya dengan sistem injak pakai kaki. Jadi ketika ada beban, cairan tersebut akan turun,” ungkap Yoni ketika ditemui di kediamannya, Kamis (25/6).

Tempat hand sanitizer tersebut berupa pipa PVC berukuran 1 meter dengan lebar 3 dim, penggunaanya hanya perlu menginjak tuas yang ada dibawah, didalam pipa PVC tersebut terdapat kayu dan botol yang berisi hand sanitizer, ketika tuas tersebut di injak, kayu tersebut akan mendorong hand sanitizer. Temuan itu bermula ketika takmir masjid sering menyodorkan hand sanitizer kepada jamaah didepan pintu gerbang ketima mau menjalankan sholat.

“Jadi alat ini juga secara tidak langsung dapat mengedukasi masyarakat untuk menggunakan hand sanitizer dengan praktis. Tinggal di taruh di depan masjid dan diinjak, cairan hand sanitizer keluar otomatis. Kalau ada petugas kan mereka harus baris dulu, kadang petugas juga harus muter dulu untuk mengingatkan orang-orang,” jelasnya.

Yoni mengaku, temuannya itu mendapat respon baik dari masyarakat, kata dia, jamaah sudah memiliki kesadaran berkat alat itu dan tugas takmir masjid juga sedikit ringan. Bahkan, ia tak menduga jika inovasi itu dapat mendatangkan rezeki baginya.

“Alhamdulillah, sudah ada 15 produk yang terjual. Ada dari Jakarta, Trenggalek, Sidoarjo. Terus ini ada lagi yang pesan tapi masih proses pembuatan,” ucap pria 54 tahun ini.

Kendati demikian, dalam proses pembuatannya, Yoni mengatakan, jika tergantung dengan peletakan alat itu hntuk menyesuaikan kualitasnya. Namun, ia tetap terus menyempurnakan alat itu, supaya lebih baik lagi dari sebelumnya.

“Beberapa kampus di Surabaya ada yang pesan juga, tapi kan saya juga harus memperhatikan kualitas dan kekuatan alat tersebut. Kalau untuk kampus bahannya juga saya carikan yang kuat karena akan diinjak pakai sepatu. Jadi saya juga harus menyesuaikan dengan kondisi lingkungan, nggak asal jual,” tuturnya.

Diketahui, untuk satu alat hand sanitizer sistem injak ini dibanderol Yoni dengan harga Rp 300 ribu saja. Saat ini beberapa daerah juga memesan alat tersebut untuk digunakan di sebuah instansi dan tempat ibadah. (wdy)

Related Articles

Dari Santri Untuk Indonesia

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More