Home Peristiwa Surabaya Menjadi Roda Perekonomian Jatim, Kesehatan dan Perekonomian Harus Jalan Sejajar

Surabaya Menjadi Roda Perekonomian Jatim, Kesehatan dan Perekonomian Harus Jalan Sejajar

by admin
0 comment

SURABAYA | MATAHATI.NEWS – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Republik Indonesia, berkunjung di Surabaya untuk memantau langsung kasus sebaran Covid-19. Selain itu, ia sempat berkunjung ke salah satu Pasar Tangguh di Surabaya, yakni Pasar Genteng Baru.

Dalam kesempatan itu, Menko PMK Muhadjir Effendi menyampaikan, berdasarkan arahan yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo, Surabaya merupakan salah satu poros perekonomian Jawa Timur, maka dari itu, dalam menggerakkan roda perekonomian di tengah pandemi, harus berjalan sejajar dengan kesehatan.

“Tadi pak presiden memberi arahan, untuk bisa betul-betul menjaga keseimbangan untuk menghadapi Covid-19 dengan tetap menjaga agar kehidupan ekonominya tetap bergerak. Karena kalau salah satu nanti sampai betul-betul tidak tertolong akan berbahaya. Tidak hanya sehat saja tapi kita kan butuh penghidupan,” kata Muhadjir saat meninjau Pasar Tangguh Genteng Baru, Kamis (25/6/2020).

Ia menceritakan, berdasarkan informasi yang ia dapat, dirinya menyebut ada belasan Provinsi yang perekonomiannya tergantung kepada Jawa Timu, khususnya Kota Surabaya. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau supaya disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, supaya roda perekonomian di Surabaya dapat berputar.

“Terutama untuk wilayah indonesia timur. Tadi Bu Gubernur menyampaikan ada wilayah 16 provinsi, ekonominya tergantung pada Jatim, khususnya Surabaya ini. Karena itu kehidupan ekonomi di Surabaya harus diputar betul.” Tambahnya.

Muhadjir menyebut, jika kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan di segala tempat, adalah kunci untuk berputarnya roda perekonomian berjalan sejajar dengan kesehatan. Sebab, hal itu dapat memutus mata rantai sebaran Covid-19 di Surabaya dan roda ekonomi dapat tetap berjalan.

“Sekali lagi saya pesan, agar upaya Bu Wali Kota yang tetap menghidupkan ekonomi di Surabaya ini, harus didukung dengan kesadaran warganya untuk mematuhi protokol. Karena kalau sampai disini terhenti, itu imbasnya di Iindonesia timur sangat tinggi,” imbuhnya.

Kendati demikian, Muhadjir menilai jika kesadaran masyarakat Surabaya terkait penerapan protokol kesehatan dinilai cukup bagus. Sebab, ia masih menemukan beberapa orang yang tidak menggunakan masker ketika berada di tempat umum.

“Tadi saya waktu perjalanan dari Bandara kesini, saya lihat masyarakat sudah mematuhi pakai masker, tapi memang ada satu dua yang belum. Saya rasa kesadarannya sudah baik, cuma harus ditingkatkan,” ujarnya. (wdy)

Related Articles

Dari Santri Untuk Indonesia

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More