Home Pemerintahan Masuk Kantor Pelayanan Kecamatan Tambaksari, Wajib Menggunakan Face Shield

Masuk Kantor Pelayanan Kecamatan Tambaksari, Wajib Menggunakan Face Shield

by admin
0 comment

SURABAYA | MATAHATI.NEWS – Kantor pelayanan Kecamatan Tambaksari mewajibkan pengunjungnya menggunakan face shield (pelindung muka) bagi warga yang berkepentingan mengurus pemberkasan administratif.

Camat Tambaksari, Ridwan Mubarun mengatakan, jika hal tersebut dilakukan sebagai bentuk pengamanan staf yang bekerja di kantor pelayanan tersebut. Selain itu, supaya masyarakat dapat terbiasa dengan penerapan protokol kesehatan dalam menyikapi Peraturan Wali (Perwali) Kota Surabaya nomor 28 tahun 2020, terkait penerapan new normal.

“Warga harus disiplin, masuk ruang pelayanan harus pakai face shield. Saya mengamankan petugas, karena yang masuk berbagai orang. Kalau yang lain saya kasih contoh dulu. Face shield khusus di ruang pelayanan,” kata Ridwan saat ditemui di kantornya, Selasa (23/6/2020).

Bagi warga yang tidak menggunakan face shield saat mengurus keperluan administratif, pihaknya juga menjual face shield di kantin Kecamatan itu. Hal itu, kata Ridwan sebagai bentuk upaya pemberdayaan UMKM yang dikelola oleh pihak Kecamatan.

“Kalau warga gak bawa bisa beli di kantin mulai dari 8-15rb. Gak pakai jangan masuk. Kalau enggak gitu, petugas yang keluar untuk melayani, kalau warga gak ada duit” tambahnya.

Selain itu wajib mengunakan face shield saat memasuki kantor pelayanan. Dalam penyerahan berkas juga diatur, biasanya penyerahan berkas diserahkan secara langsung dan diterima oleh petugas, saat ini kebiasaan tersebut diubah sesuai dengan protokol kesehatan.

“Kalai berkas ditaruh di nampan, biar tidak ada kontak. Hal ini untuk mengamankan kedua belah pihak baik warga atau pemohon dan petugas di ruang pelayanan kecamatan,” ujarnya.

Sebelum memasuki kantor pelayanan, warga harus mentaati beberapa aturan yang berlaku di areal tersebut yakni wajib memasuki bilik sterilisasi, cuci tangan, di ukur suhu badan, mengenakan face shield dan menggunakan masker.

“Ketika mau masuk (kantor pelayanan) masuk bilik dulu, cuci tangan, ukur suhu dan maksimal 6 orang pemohon masuk, kalau lebih duduk di luar. Kursinya juga diberi jarak dan kapasitasnya separuh,” ucapnya.

Sebelumnya, pihak Kecamatan sudah melakukan sosialisasi terkait kebijakan tersebut kepada RT dan RW. Menurutnya, hal itu perlu dilakukan supaya warga terbiasa dengan penerapan protokol kesehatan di segala tempat.

“Kalau ga dibiasakan disiplin susah, tatananan baru ini butuh disiplin warga. Kita paksa warga disiplin, warga tidak ada yang keberatan. Warga sudah siap saat sosialisasi lewat RT dan RW,” pungkasnya.

Dilain sisi, Dewi Kurniawati selaku warga, mengaku tidak merasa keberatan dengan kebijakan yang diterapkan di areal kantor Kecamatan Tambaksari. Menurutnya, hal itu juga menyangkut kesehatan masing-masing individu.

“Beli enggak keberatan, kan untuk kesehatan kita sendiri. Cuma kan agak pengap dan sumuk,” singkat Dewi. (wdy)

Related Articles

Dari Santri Untuk Indonesia

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More