Home Pemerintahan Tren Kesembuhan Meningkat, Risma : Kita Tertinggi di Indonesia Untuk Kesembuhan

Tren Kesembuhan Meningkat, Risma : Kita Tertinggi di Indonesia Untuk Kesembuhan

by admin
0 comment

SURABAYA | MATAHATI.NEWS – Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dan Staf Khusus Kepala BIN, Mayjend TNI Suyanto meninjau langsung lokasi rapid tes massal di Lapangan Hockey Jalan Dharmawangsa, Surabaya. Hal itu dilakukan, lantaran pada Sabtu (20/6) merupakan hari terakhir bantuan Mobil PCR untuk rapid tes massal yang dipinjamkan BIN kepada Pemerintah (Pemkot) Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, mengatakan jika tren angka kesembuhan kasus Covid-19 di Surabaya mengalami kenaikan. Bahkan, dia mengatakan angka kasus pasien sembuh di Surabaya itu tertinggi di Indonesia.

“Tadi disampaikan oleh BIN, Mayjend Suyanto bahwa yang positif itu sekitar 1.700 hasil dari rappid massal ini. Tapi kesembuhan di Surabaya itu cukup tinggi, bahkan menurut catatan, kita tertinggi di Indonesia untuk kesembuhan,” kata Risma saat dijumpai di Lapangan Hockey, Sabtu (20/6/2020).

Dalam sehari, kata Risma, kurang lebih terdapat 50-60 orang yang sembuh. Risma juga mengatakan, pada Jumat (29/6) pihaknya telah melakukan swab tes lanjutan kepada 360 pasien, untuk menyatakan sembuh tidaknya pasien yang bersangkutan.

“Jadi rata rata sehari hasil yg positif 80-83%, kesembuhannya dari 50-60 orang per hari. Tapi hari ini mudah mudahan besar, karena kemarin kita swab 360. Biasanya itu (kesembuhan) sampai 200 orang lebih,” tambahnya.

Risma juga memaparkan, jika tren angka pasien yang terkonfirmasi sudah melau menurun. Ia juga memprediksi, jika tren angka pasien sembuh akan meningkat untuk waktu kedepan.

“Kalo liat trennya memang sudah mulai turun, kalau dulu di awal itu memang tinggi sekali sampai pak Sestama (Sekretaris Utama BIN, Komjen Pol Bambang Sunatwibowo) takut, saya juga takut,” ungkapnya.

Kata Risma, kenaikan angka pasien sembuh itu lantaran pihaknya selalu memperhatikan kesehatan pasien tersebut dengan memberikan vitamin untuk penunjang imunitas pasien itu.

“biasanya kalo 1000 (orang) itu tidak sampai 10% sekarang yang reaktif. Dan itu nanti di swab, jadi kita memang kesembuhannya besar karena vitamin dan sebagainya benar-benar kita,” tegasnya.

Sebelumnya, sejak tanggal 29 Mei 2020 hingga 19 Juni 2020, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bekerjasama dengan BIN telah melakukan swab tes kepada 4.637 orang dan didapati hasil positif total sebanyak 1.702 orang. Hal otu dilakukan setelah pasien itu mengikuti rappid tes massal.

“BIN bekerja sama dengan Pemkot Surabaya melaksanakan kegiatan Rapid tes hingga pada 20 hari ini, sebanyak 34.021 (peserta) dan yang reaktif 4.603. Kemudian swab 4.637 (peserta) yang positif yaitu hasilnya 1.702,” kata Staf Khusus Kepala BIN, Suyanto. (wdy)

Related Articles

Dari Santri Untuk Indonesia

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More