Home Khasanah Masjid Al-Muhajirin Dipersiapkan Sebagai Tempat Ibadah Tangguh

Masjid Al-Muhajirin Dipersiapkan Sebagai Tempat Ibadah Tangguh

by admin
0 comment

SURABAYA | MATAHATI.NEWS – Selain membentuk Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo dan Pasar Tangguh, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana akan membentuk Tempat Ibadah Tangguh, sebagai upaya memutus mata rantai sebaran Covid-19 di Surabaya.

Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M. Fikser menjelaskan, jika Masjid Al-Muhajirin yang berada di sekitar lingkungan Pemkot Surabaya, merupakan contoh Tempat Ibadah Tangguh yang sedang dalam uji coba sebelum diterapkan di Tempat Ibadah lainnya.

“Kita coba berjalan dulu ini, nanti kan ada pembentukan tempat-tempat ibadah tangguh seperti Masjid, Vihara, Gereja dan Pura akan dibuat semacam itu,” kata Fikser, saat dijumpai di Balai Kota Surabaya, Senin (15/6/2020).

Fikser juga mengatakan, di Tempat Ibadah Tangguh juga ada Satuan Tugas (Satgas) yang dibentuk guna mengimbau umat yang sedang menjalankan peribadatan. Ia mengatakan, di Masjid tersebut telah dibentuk Satgas Wani Ngandani, untuk senantiasa memperingatkan jamaah yang akan sholat supaya tidak lupa menerapkan protokol tetap kesehatan.

“Disitu ada satgas wani ngandani di masjid situ. Jadi memang ada petugas yang disipakan untuk melaksanakan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Kendati demikian selama masa uji coba, Fikser menjelaskan, jika Masjid Al-Muhajirin hanya dibuka disaat Salat wajib saja, setelah selesai menggelar Salat wajib. Nantinya, Masjid tersebut akan ditutup kemudian dilakukan sterilisasi.

“Jadi kan hanya lima waktu, kita hanya berusaha mengatur supaya tidak jadi tempat kerumunan, orang tidur-tidur disitu. Sedangkan bagi mereka yang akan menjalankan sholat sunnah yang lain kan bisa di tempat masing-masing. Kita hanya ingin supaya masjid itu tetap steril, bersih, karena situasi seperti saat ini, pandemi ini. Tidak ada maksud lain,” tambahnya.

Fikser mengungkapkan, Masjid yang baru dibuka dan dilaksanakan Salat berjamaah pada Jumat (12/6) kemarin, baru akan dibuka kembali menjelang kumandang Adzan, pada saat itu juga masyarakat sekitar dapat melaksanakan ibadah di tempat tersebut.

“Ini sekarang kan sudah ditutup, nanti begitu menjelang Sholat Isya’ dibuka. Jadi prosesnya seperti biasa dibuka dulu, Adzan, terus Sholat Sunnah, masuk sholat fardu isya, terus sunnah kemudian dibersihkan dan ditutup (Masjidnya),”

Di Masjid tersebut dilakukan protokol tetap kesehatan sedemikian rupa, Fikser beralasan, supaya warga menjadi terbiasa menerapkan protokol kesehatan di setiap tempat.

“Karena situasi seperti begini, kehati-hatian, kedisiplinan dan pegangan protokol kesehatan itu yang kita kedepankan, supaya itu bisa dilaksanakan oleh warga,” tegasnya.

Rencananya, Pemkot Surabaya akan terus membentuk tempat-tempat tangguh lainnya, tak hanya Pasar Tangguh, Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo dan Tempat Ibadah Tangguh.

“Selain kampung tangguh wani, itu juga ada pasar tangguh. Industri tangguh, Mall tangguh dan lainnya itu terus kita bentuk. Jadi narasi kedepan kita akan mengisi seperti itu,” pungkasnya. (wdy)

Related Articles

Dari Santri Untuk Indonesia

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More