Home Khasanah Hidup Lebih Tentram Dengan “Belajar” Sabar

Hidup Lebih Tentram Dengan “Belajar” Sabar

by Fatur Rohman
0 comment

 

Dalam hidup ini terkadang tidak seperti yang di impikan, malahan banyak onak dan duri menerpa kita. Itulah yang disebut ujian dari sang Khaliq. Berhasil atau tidaknya manusia, tergantung pada pribadinya masing-masing. Akan tetapi, Allah SWT menawarkan cara dalam menghadapi ujian tersebut dengan bersabar. Nah… sabar mudah diucap, namun sulit dilakukan bila kita tidak melatihnya untuk menjalani sabar.

Sabar adalah kuat atau tahan ketika dalam keadaan sempit maupun sulit. Sabar juga berarti menahan hawa nafsu dari sesuatu yang dapat merusak akal dan syari’at. Sabar juga bisa disebut menahan diri atau membatasi jiwa dari keinginan demi mencapai sesuatu yang baik atau lebih baik.

Sabar juga berarti tidak mudah marah. Ingat kisah Nabi Yunus AS, akibat kemarahannya,  sehingga ujungnya ditelan ikan. Yakin rasa marah itu pasti akan hilang. Karena salah satu pamungkas “rasa marah” adalah menjemputnya atau “menahan” dengan doa Nabi Yunus “Laa ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadz dzolimin (QS. AlAnbiya’: 87).

Nah sebentar lagi, kita memasuki bulan puasa atau bulan Ramadan merupakan medan latihan perang, perang melawan hawa nafsu. bulan Ramadan juga merupakan bulan karantina kesabaran. Bulan yang melatih manusia dalam bentuk fisik atau jasmani maupun psikhis atau bentuk kesabaran jiwa atau rohani menahan godaan setan.

Hasil dari pada latihan-latihan tersebut akan menciptakan sebuah landasan kesabaran. Artinya akan menahan diri dengan tidak mengeluh atas kesusahan maupun kesedihan kepada orang lain, kecuali hanya kepada mengeluh kepada Allah Azza wa Jalla.

Sebagaimana ucapan Nabi Ya’qub a.s. :”Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku…”. (Q.S. Yusuf : 86).

Orang yang sabar, pasti akan mendapat cobaan dan ujian yang lebih dahsyat lagi dari Allah Swt. Bukanlah sabar bila tidak di uji-coba oleh Allah Swt pada tingkat atau kelas yang tinggi derajatnya. Hanya jiwa yang sabar bisa meredam ke”marah”annya.

Maka semakin tinggi tingkat kesabaran seseorang, maka ujian dan cobaan yang memicu bisa timbulnya rasa marah akan semakin besar pula yang dihadapinya.

Menjaga kesabaran yaitu selalu disertai dengan rasa syukur. Syukur dalam arti berterimakasih atas rezeki dari Allah SWT dan berbagi atas rezeki itu pada sesama.

Seberat apapun ujian dan cobaan yang kita terima, sesakit apapun luka yang kita rasakan, pastikan untuk senantiasa sabar dan jangan pernah merasa geram dan marah apalagi dendam. Karena hanya sabarlah yang mempunyai kekuatan yang maha dahsyat.

Karena semua yang datang dan dialami itu adalah dari Allah Swt. Maka tidak ada gunanya untuk marah apalagi dendam. Marahnya orang beriman adalah diam yang disertai introspeksi.

Sadar atau tidak, sabar merupakan suatu hal dan keadaan yang bisa kita miliki kapan pun, di manapun dan saat kita bersama siapapun. Bila kondisi demikian ini bisa diatasi. Maka sungguh dahsya hadiah akan datang dari Allah Swt. Seperti yang kita tahu, berlaku sabar merupakan suatu hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Meski sangat sulit, bukan berarti sabar tidak bisa dilakukan. (fatur)

 

Related Articles

Dari Santri Untuk Indonesia

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More