Home Khasanah Saat Ini Adalah Akhir Zaman (bagian-5 habis)

Saat Ini Adalah Akhir Zaman (bagian-5 habis)

by Fatur Rohman
0 comment 157 views

 

Akhir Zaman juga ditandai dengan munculnya “para nabi” palsu dan waktu terasa cepat.  Tanda-tanda akhir zaman sudah nampak saat ini dan sekaligus tanda kebenaran kenabian Rasulullah Muhammad SAW. Bahwasanya apa yang beliau beritakan adalah benar sesuai kenyataan yang ada, karena beliau berucap dari wahyu bukan dari hawa nafsu dan kedustaan.

Rasullulah bersabda:  “Tidak akan bangkit hari kiamat sehingga beberapa qabilah dari umatku bergabung dengan musyrikin dan sehingga beberapa qabilah dari umatku menyembah berhala-berhala, dan sesungguhnya akan muncul pada umatku para pendusta berjumlah 30 masing-masing mereka mengaku nabi dan akulah penutup para nabi tiada nabi sesudahku.” ( HR. Abu Dawud)

Hal ini sudah terbukti, apa yang beliau ucapkan terjadi. Bahkan, di masa Rasulullah SAW, muncul nabi palsu. Nabi palsu yang bernama Musailamah Al-Kaddzab itu pada akhirnya terbunuh pada masa kekhalifahan Abu Bakar.

Selanjutnya dari masa kemasa banyak bermunculan para nabi palsu hingga hari ini. Perbuatan nabi-nabi palsu itu dinilai menyesatkat umat, karena telah jelas bahwa Nabi Muhammad SAW adalah nabi / rasul penutup. Jadi, bila masih ada yang mengaku “nabi baru” adalah palsu.

Inilah sederetan nabi-nabi palsu yang pernah muncul di Nusantara;

1. Lia Eden : seorang wanita setengah baya ini menganggap dirinya sebagai menyebarkan wahyu Tuhan dengan perantaraan Jibril. Dia juga menganggap dirinya memiliki kemampuan untuk meramalkan kiamat.

Pada 1998, Lia menyebut dirinya Mesias yang muncul di dunia sebelum hari kiamat untuk membawa keamanan dan keadilan di dunia.

Selain itu, dia juga menyebut dirinya sebagai reinkarnasi Bunda Maria, ibu dari Yesus Kristus. Lia juga mengatakan bahwa anaknya, Ahmad Mukti, adalah reinkarnasi Isa.

Pada bulan Desember 1997, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah melarang perkumpulan Salamullah ini karena ajarannya dianggap telah menyelewengkan kebenaran mengenai ajaran Islam.

2. Ahmad Musaddeq : seorang lelaki mengaku menerima wahyu dan menasbihkan diri sebagai nabi terakhir setelah Nabi Muhammad SAW. Dia mendirikan aliran Al-Qiyadah Al-Islamiyah (cikal bakal Gafatar). Ajarannya menggabungkan kepercayaan orang Islam dan Kristen. Musaddeq bahkan berani menghapus nama Muhammad di kalimah syahadat dan meniadakan sholat 5 waktu.

3. Cecep Solikin : lelaki ini adalah warga dari Kelurahan Samoja, Kecamatan Bandung Wetan, Bandung, Jawa Barat mengaku seorang nabi terakhir setelah Nabi Muhammad. Setelah tertangkap, Cecep mengaku cuma sebagai risalah atau penyambung pesan.

4. Gus Jari bin Supardi : seorang lelaki dari Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Dia mengaku nabi dan menerima wahyu saat menuntut ilmu di salah satu pesantren di Brangkal, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Setelah mengikrarkan diri sebagai nabi, Gus Jari bin Supardi mengubah sebutannya menjadi Nabi Isa Al-Habibullah dan merupakan titisan dari Isa Almasih. Ajarannya masih mengacu pada Alquran dan Alhadits, namun untuk pembacaan sahadatnya ada penambahan, yaitu “Wa Isa Habibulloh.”

5. Eyang Ended : seorang lelaki asal Banten, Jawa Barat bernama asli Dedi Mulyana juga mengaku nabi. Menurut pengakuannya, berdasar “wahyu” dari Tuhan dan  telah terjadi musyawarah dengan jin di laut, bahwa dirinya adalah Nabi.

Untuk menjadi pengikutnya, Eyang Ended mewajibkan seseorang untuk menyetorkan uang sebesar Rp 5 juta. Dan bagi pengikutnya, ada ritual khusus yang wajib dilakukan dengan cara berhubungan intim dengan para pengikut wanitanya.

6. Sri Hartati : Wanita asal Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah ini mengaku dirinya adalah utusan Tuhan atau nabi/rasul. Dia mengaku wahyu itu diperoleh setelah mengalami perjalanan spiritual yang luar biasa sejak sakit yang dideritanya pada tahun 2009 lalu.

Sri Hartati membuat kitab suci sendiri yang dituliskan dengan menggunakan bahasa latin. Karena dia takut jika ditulis dalam Bahasa Arab, para pengikutnya salah mengartikan. Alkitab yang dibuatnya, disebut “ kitab suci ” Na’sum.

7. Abdul Muhjib : Kalau yang ini “nabi palsu” yang mengobral Surga “cuma” Rp 2 juta saja. Lelaki asal Karawang, Jawa Barat ini mengatakan dirinya adalah nabi. Dia mengaku dapat membawa atau memasukkan siapa saja yang percaya dan menjadi pengikutnya ke surga. Tetapi harus membayar terlebih dahulu sebesar Rp 2 juta kepada dirinya.

Abdul Muhjib menyebarkan ajarannya melalui “Padepokan Syekh Sanggga Bintang Pratama” yang dibantu oleh beberapa orang pengikutnya untuk melakukan perekrutan yang di share melalui medsos.

Waktu terasa lebih cepat di akhir zaman

Selain banyak munculnya “para nabi”palsu, akhir zaman juga dapat dirasakan bergulirnya waktu terasa begitu cepat.  Mungkin dalam benak kita berpikir, kemarin adalah hari Jum’at … lho kok, sekarang mau Jum’at lagi. Sudah semestinya, hal ini menjadi bahan perenungan bagi umat muslim. Karena salah satu tanda akan datangnya kiamat adalah: waktu terasa begitu cepat berlalu.

Rasulullah SAW bersabda, “Hari Kiamat belum akan terjadi sampai zaman (terasa) saling berdekatan. Sehingga, satu tahun terasa seperti satu bulan, satu bulan seperti satu pecan, satu pecan seperti satu hari, satu hari seperti satu jam, dan satu jam seperti api yang membakar ujung ranting.” Artinya, bahwa di akhir Zaman, waktu akan terasa cepat, seperti kayu bakar yang menyala dan padam dengan cepat.

Kesibukan manusia dengan permasalahan keduniawian sering menjadikan lalai sebagai hamba Allah. Bahkan banyak diantaranya yang mengabaikan nilai – nilai islam, membuang waktu dengan percuma, atau kegiatan yang mampu menciptakan hedonisme di kalangan masyarakat.

Padahal dalam al-qur’an secara jelas digambarkan bahwa manusia ada dalam kerugian bagi yang membuang buang waktu dengan sia-sia. Seperti dalam surat al-Ashr ayat 1-3 “demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang – orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.”

Percepatan waktu adalah tanda-tanda menjelang kiamat, saat inilah kita semua merasakan keadaan ini. Ya, saat ini adalah akhir zaman.

Abu Hurairah r.a menuturkan, bahwa Rasulullah SAW juga bersabda,”Zaman akan berdekatan, ilmu berkurang, fitnah bermunculan, kekikiran tertanam, dan al – Haraj merajalela.” Seorang sahabat bertanya, ”Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan al-Haraj?”. Beliau menjawab, “pembunuhan, pembunuhan.”

Manusia akhir zaman dengan mudahnya membunuh kepada sesama manusia, meski dengan masalah sepele. Seperti halnya, bapak tiri membunuh anak tirinya yang masih balita,hanya karena terganggu mendengar tangisan si anak saat berhubungan badan dengan ibunya.

Di akhir zaman juga banyak manusia yang gelap mata, seakan bodoh. Menganggap harta adalah segalanya, akibatnya penyakit “kikir” merajalela karena mereka menganggap apa yang mereka cari itu ( harta) hasil jerih payahnya sendiri.

Terasa Makin dekatnya jarak antara penduduk bumi bila berpergian, sebab sarana transportasi, darat maupun udara.Teknologi komunikasi yang kian berkembang, sehingga yang jauh menjadi dekat.

Saat inilah, kita merasakan berjalannya waktu dengan cepat. Sadar atau tidak, semuanya itu adalah tanda-tanda kiamat seperti apa yang jelaskan Rasulullah melalui beberapa hadits diatas. Wallahu a’lam bishawab. (fatur/ berbagai sumber)

 

Related Articles

Leave a Comment

Dari Santri Untuk Indonesia

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More