Home Khasanah Saat Ini Adalah Akhir Zaman (bagian-3)

Saat Ini Adalah Akhir Zaman (bagian-3)

by Fatur Rohman
0 comment 203 views

 

Tanda-tanda akhir zaman saat ini sudah mulai nampak nyata. Begitu banyaknya orang berangkat ketanah suci bukan untuk beribadah karena Allah namun dengan motif lain, malah foto selfi dan di banggakan di medsos. Fenomena ini persis pada kenyataan yang telah digambarkan oleh Rasulullah melalui sebuah haditsnya.

Rasulullah SAW menyatakan ada 4 golongan manusia akhir zaman ketika pergi haji ketanah suci. “Salathinuhum lin-nuzhah, wa aghniyauhum lit-tijarah, wa fuqarauhum lil-mas’alah, wa qurro’uhum lis-sum’ah,” sabda Rasulullah.

Pertama; para pemimpin, pejabat, ketua rombongan haji, mereka berhaji hanya untuk wisata, rekreasi dan foya-foya. Titel haji hanya untuk prestise, kesombongan, nama baik, dan bahkan bagi para penguasa, haji bisa menjadi topeng untuk meraih simpati pengikutnya.

Kedua; orang-orang kaya, para konglomerat dan kaum berduit, mereka berhaji hanya untuk bisnis, mencari keuntungan, memperluas jaringan kerja, mencari investor, meraup peluang niaga, mempererat kerjasama dagang, dsb. Jika mereka pulang haji, ingin dianggap sukses dan berharap bisa disejajarkan dengan tokoh masyarakat lain sebagai orang terpandang.

Ketiga; orang-orang fakir-miskin berhaji hanya untuk meminta-minta di tanah suci. Di jalanan menuju Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi, banyak para pengemis berjajar mengharap belas kasihan. Demikian juga di Arafah, Mina dan tempat-tempat ziarah. Musim haji bagi mereka sama dengan musim panen.

Kata “fakir” juga bisa dimaknai orang yang tidak mampu berhaji, tapi dengan memaksakan diri, ia berusaha bisa pergi ke tanah suci. Entah melalui hutang bank, jual tanah warisan orang tua, atau memanfaatkan dana talangan dari bank maupun para rentenir tanpa peduli berapapun bunganya asalkan bisa melihat Ka’bah.

Bagi para pelajar di luar negeri, termasuk juga para mahasiswa Indonesia dari Mesir, Sudan, Yaman, dan sebagainya, musim haji adalah surga. Penghasilan kerja sebulan bisa untuk biaya hidup setahun. Ada pula yang bisnis “Badal Haji”, yaitu menghajikan orang yang telah meninggal dunia dengan imbalan ribuan riyal.

Sementara, sebagian kaum intelektual dan ulama, mereka melaksanakan haji hanya untuk pamer kehebatan dirinya. Tidak sedikit orang yang dengan ilmu manasiknya berjualan paket haji. KBIH bermunculan banyak yang beralih visi dari “khidmat” menjadi “sum’ah”. Hal itu bisa dilihat dari promosi yang dipublikasikan seperti: “Umrah Bersama Kiai… Ustad…., Dai….”, dsb. Fakta inilah yang sudah muncul saat ini, sebagai pertanda akhir zaman. (fatur/ bersambung)

 

Related Articles

Leave a Comment

Dari Santri Untuk Indonesia

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More