Home Khasanah Saat Ini Adalah Akhir Zaman (bagian-2)

Saat Ini Adalah Akhir Zaman (bagian-2)

by Fatur Rohman
0 comment 162 views

 

Saat inilah akhir zaman, adanya fenomena “para pengembala bertelanjang kaki yang bodoh menjadi pemimpin dan berlomba-lomba membangun bangunan tinggi”.

Kitab hadits yang dianggap paling valid oleh sebagian besar umat Islam, Shahih Bukhari, menuliskan, “ketika para pengembala onta yang miskin berlomba-lomba membangun gedung tinggi”. Riwayat lain dalam kitab yang sama menyebutkan ciri-ciri akhir zaman (kiamat) adalah, “ketika orang-orang yang bertelanjang kaki menjadi pemimpin umat”.

Kitab hadits paling valid kedua setelah Shahih Bukhari, yaitu Shahih Muslim menyebut, “kamu akan melihat orang-orang bertelanjang kaki dan dada, para pengembala miskin berlomba-lomba membangun gedung-gedung tinggi”. Riwayat lain dalam kitab yang sama tertulis, “ketika orang-orang bertelanjang kaki dan dada menjadi pemimpin umat.” Sedangkan riwayat ketiga dalam kitab yang sama tertulis, “ketika kamu menyaksikan orang-orang bertelanjang kaki dan dada, orang-orang yang tuli dan bodoh, menjadi raja di dunia”.

Istilah “orang-orang bertelanjang kaki dan dada” merupakan bentuk penggambaran orang-orang yang bodoh yang berasal dari kaum terbelakang, yang tidak memahami tentang agama. Gambaran ini identik dengan orang-orang Arab badui yang dalam Al Qur’an disebut sebagai “orang-orang yang tidak mengerti agama”.

Sebagaimana kita ketahui, penguasa Arab Saudi dan negara-negara Arab Teluk saat ini berasal dari kalangan Arab badui yang tidak diketahui jelas asal-usulnya, bukan dari kalangan bangsawan atau ulama. Kita juga telah mengetahui penguasa badui itu telah membangun bangunan-bangunan pencakar langit. Mereka telah membangun bangunan tertinggi di dunia di Dubai bernama Burj Khalifa. Mereka juga telah membangun gedung pencakar langit setinggi 2.000 kaki di atas Ka’bah bernama “The Mecca Royal Clock Hotel Tower” (Menara Makkah).

Bangunan itu merupakan hotel bintang lima triple plus. Di dalam kamar-kamarnya yang super nyaman itu para penguasa Arab atau orang-orang kaya yang bisa membayar puluhan juta rupiah semalam bisa menyaksikan kaum muslim yang berpakaian serba sederhana bermandi peluh melakukan ibadah haji atau umroh.

Hotel super mewah yang dilengkapi juga dengan kasino dan berbagai sarana maksiat lainnya itu merupakan pemandangan yang sangat berkebalikan dengan kesederhanaan Ka’bah dan orang-orang beribadah di sekelilingnya. Kehadiran bangunan super megah itu juga mengganggu kekhusyukan ibadah para peziarah.

Jika kita amati bentuk ” Menara Makkah”, kita tentu akan teringat dengan bangunan menara dalam film “Lords of the Ring”. Di puncak menara tersebut terdapat sebentuk “tanduk” yang memancarkan cahaya berbentuk mata di tengah-tengahnya. Itu adalah tanduk setan (satan’s horn), simbol paling populer di antara para penyembah setan di dunia.

“Tanduk setan” itu pula yang ada di puncak “Menara Makkah”. Di bawahnya terdapat kalimat dalam bahasa Arab yang merujuk pada “Allah” dan “Muhammad”. Kedua kalimat syahadat itu ditempatkan di bawah “tanduk setan”, seakan memberi tanda bahwa Islam sudah tunduk pada kekuasaan setan.

“Menara Makkah”, merupakan “Manara Babel” era modern. Dibangun sebagai bentuk kesombongan manusia di hadapan Tuhannya. Namun sebagaimana Menara Babel yang dibangun oleh penguasa Babilonia Raja Namrud, bangunan ini pun akan hancur tak berbekas dalam sekejap. Bagaimana dengan “Menara Makkah”?

Sebenarnya,“ Menara Makkah” pernah disambar api dari langit, bertepatan dengan adzan Maghrib. Memang tidak serta merta menghancurkan bangunan tingginya yang melebihi Baitullah ini. Bagi kaum yang berpikir, ini adalah suatu peringatan. Bahwasanya Allah SWT masih menangguhkan murka-Nya, karena di areal Ka’bah dan Masjidil Haram masih banyak kaum muslimin yang menjalankan perintah Allah, baik Haji dan ibadah lainnya. (fatur/bersambung)

 

Related Articles

Leave a Comment

Dari Santri Untuk Indonesia

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More