Home Khasanah Saat Ini Adalah Akhir Zaman (bagian-1)

Saat Ini Adalah Akhir Zaman (bagian-1)

by Fatur Rohman
0 comment 153 views

 

Tak terasa kita berada di akhir zaman. Keadaan yang tak lagi stabil dengan banyaknya bencana juga cuaca yang sudah tak lagi bersahabat. Termasuk virus Corona membuat kita merasa resah serta gelisah. Sesungguhnya, keburukan dari dunia ini akibat dari ulah diri kita sendiri. Karena manusia telah banyak yang melanggar aturan-aturan yang di tetapkan oleh Tuhan.

Pada akhir jaman ini akan terjadi, Allah SWT akan melenyapkan ilmu dari muka bumi ini. Sehingga, banyak orang yang tersesat, tak tahu arah menuju kebenaran. Ilmu itu menghilang melalui kematian ulama. Ya, ulama yang kini kita jadikan sebagai guru, cepat atau pun lambat akan mengalami masa pengakhiran hidupnya.

Rasullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak mencabut ilmu dari manusia dengan sekali cabutan, akan tetapi Ia mencabut ilmu tersebut dengan cara mencabut (nyawa) para Ulama, sehingga apabila tidak tersisa lagi seorang yang pandai (di dunia ini), maka orangorang akan menunjuk seorang yang bodoh menjadi pemimpin (panutan) mereka. Kemudian mereka ditanya (tentang sesuatu perkara) kemudian mereka memberikan putusan tanpa menggunakan ilmu sehingga mereka menjadi tersesat dan menyesatkan orang lain.” (HR. Muslim)

Hadits tersebut menjelaskan bahwa di antara tanda tanda hari kiamat kelak adalah hilangmya ilmu pengetahuan (terutama ilmu syariat) dari dunia. Adapun cara hilangnya ilmu tersebut bukan dengan menghilangkan ilmu tersebut dari hati orang yang berilmu.

Akan tetapi caranya adalah dengan mencabut nyawa orang yang berilmu, baik secara perorangan ataupun berkelompok, seperti wabah maupun peperangan sehingga tidak tersisa lagi di dunia ini kecuali orang orang yang bodoh.

Setelah habisnya orang berilmu, maka yang terjadi selanjutnya adalah orang orang akan menjadikan orang yang bodoh sebagai panutan mereka sehingga yang terjadi setelah itu adalah kesesatan dan saling menyesatkan.

Seperti tercatat dalam sejarah, Islam hadir secara perlahan. Setelah Islam tersebar ke berbagai penjuru, pada akhir zaman Islam kembali redup. Pada saat yang bersamaan, kejahatan merajalela, Al-Quran hilang, ilmu (agama) lenyap, dan Allah SWT mencabut nyawa orang-orang yang dalam jiwanya masih ada iman. Pun orang yang setia pada sunah nabi akan surut jumlahnya. Sementara orang yang melanggarnya secara terbuka bertambah banyak, ada dimana-mana.

Nabi Muhammad SAW juga bersabda; “Islam muncul sebagai sesuatu yang dianggap asing dan ia akan kembali dianggap asing seperti awal kemunculannya. Maka beruntunglah orang-orang yang dianggap asing.” (HR. Muslim). Sedikitnya jumlah kaum muslimin dan orang yang menyambut serta menerima seruan dakwah, sehingga mereka dianggap aneh oleh masyarakat lain.

Disini, orang-orang terasing terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama, mereka yang membenahi diri ketika orang-orang telah menjadi rusak. Kelompok kedua, orang yang memperbaiki sunah yang telah dirusak orang-orang. Menurut penafsiran para ulama, kelompok kedualah yang lebih tinggi kedudukannya dan lebih sholeh. Imam Al-Awza’i berkata, itu tidak berarti Islam seketika punah, namun ahlussunnah akan kian menghilang hingga di sebuah negara tinggal seorang penganut saja.

Ahlussunnah atau lebih lengkapnya ahlussunnah wal jamaah adalah semua orang Islam yang mengikuti jalan hidup sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya serta mayoritas umat Islam. Mereka mempelajari jalan itu, bertindak sesuai dengannya dan mengajarkannya kepada orang lain. Mereka terdiri atas ulama, murid-murid mereka dan orang-orang yang mengikuti jejak langkah mereka. (fatur/bersambung)

Related Articles

Leave a Comment

Dari Santri Untuk Indonesia

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More