Home Peristiwa Tasyakuran Harlah NU Ke-94 Di Surabaya : Momentum Mengingat Jasa Para Ulama Pendiri NU

Tasyakuran Harlah NU Ke-94 Di Surabaya : Momentum Mengingat Jasa Para Ulama Pendiri NU

by Fatur Rohman
0 comment 44 views

SURABAYA – Dalam rangka memperingati hari lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-94 dalam hitungan versi masehi, para pengurus dan badan otonom NU Kota Surabaya, mengadakan tasyakuran di Gedung Hoodbestuur Nahdloetoel Oelama (HBNO) di Jalan Bubutan Surabaya hari jum’at (31/1/2021).

Ketua PCNU Kota Surabaya  KH. Dr Achmad Muhibbin Zuhri, mengatakan memperingati harlah NU, sangat penting dilakukan. Hal tersebut agar para pengurus NU mengingat kembali jasa para pendiri yang menegakkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah dan meneguhkan nilai kebangsaan .

“Kegiatan ini untuk mengingat kembali jasa para ulama pendiri NU, yang menanamkan nilai-nilai ajaran Islam Ahlusunnah wal Jamaah, dan nilai kebangsaan demi keutuhan NKRI. Hal ini menjadi penting ditengah-tengah berbagai macam aliran Islam radikalisme, provokasi dan agitasi di masyarakat,” ujarnya.

Dan hal yang membanggakan, Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia, bahkan mungkin di dunia. Tepat,  31 Januari 2020, adalah hari ulang tahun pendiriannya yang ke-94 tahun versi masehi. Sebelum 31 Januari 1926, nama NU oleh KH. Hasyim Asy’ari disebut kumpulan para ulama; Jam’iyyah Ulama.

Hampir menjelang seabad ini, NU banyak menorehkan baktinya untuk bangsa dan negara. Di jaman penjajahan, NU turut serta dan aktif dalam usaha kemerdekaan dan mempertahankannya. Resolusi Jihad NU, 22 Oktober 1945 yang mendorong perjuangan fi sabilillah di Surabaya dan sekitarnya adalah salah satu bukti kontribusi nyatanya.

Nahdlatul ulama juga terlibat dan turut mencerdaskan anak bangsa. Pendidikan ala NU yang dulu identik dengan pesantren tradisional, sekarang telah menjadi pesantren-pesantren berbasis sekolah yang berprestasi. Dampak dari pendidikan ini tidak saja membuat kader NU mahir dalam penguasaan kitab kuning, tapi juga tak ketinggalan dengan sains (ilmu pengetahuan).

Di bidang sosial, NU telah berhasil mendirikan beberapa rumah sakit di beberapa wilayah dari hasil swadaya masyarakat.

Dalam perekonomian, telah lahir Koperasi NU, Minimarket NU, Badan Usaha Mikro NU, BMT dan lebih-lebih keberadaan LAZIZ NU sudah dirasakan manfaatnya oleh segenap masyarakat, khususnya nahdliyin.

Sejarah hari lahir Nahdlatul Ulama (NU) tak mungkin lepas dari figur kiai yang paling disegani KH Abdul Wahab Hasbullah dan KH Hasyim Asy’ari. Keduanya berperan dalam lahirnya NU yang kental dengan kultur pesantren. Di pesantren inilah Islam Nusantara, telah berakar dan berkembang di masyarakat.

Islam Nusantara, merujuk pada praktik agama sesuai pemahaman masyarakat sekitar. Ulama atau kiai, yang menjadi figur utama NU, harus punya kualitas istimewa sebagai pemimpin spiritual, taat menjalankan perintah Islam, punya pengetahuan yang luas, dan tanggap pada isu masyarakat dari dulu hingga sekarang. ( fatur)

 

Related Articles

Leave a Comment

Dari Santri Untuk Indonesia

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More