Home HUKUM Bermula dari Razia Polisi, Tiga Pemalsu Dokumen Diamankan

Bermula dari Razia Polisi, Tiga Pemalsu Dokumen Diamankan

by Amirudin
0 comment 10 views

SURABAYA –Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil membekuk tiga pelaku pemalsu dokumen. Mereka merupakan sindikat pemalsu surat izin mengemudi (SIM), surat, surat tanda nomor kendaraan (STNK), akta kelahiran, hingga akta cerai.

Para pelaku yang diamankan itu masing masing punya peran berbeda. Ada yang sebagai makelar, dan pencetak dokumen palsu. Mereka adalah Ache Angkasa alias Aceng, 36, warga Kesamben, Jombang.  Alikhun, 70, warga Dusun Banjar Poh, Desa Banjarbendo, Sidoarjo. M Ma’aruf, warga Jalan Ketapang, Sukodono, Sidoarjo.

Mereka membuat dokumen palsu itu sesuai pesanan. Ache bertugas mencarikan pelanggan. Biasanya ia menyasar warga yang hendak mengurus perpanjangan SIM karena sudah habis masa berlakunya. Dari sinilah, Ache alias Aceng menawarkan jasa bisa membuat SIM baru.

“Mereka mengaku jika akan dibuatkan SIM palsu ke pelanggannya sebagai pengganti SIM yang sudah habis masa berlakunya atau hilang,” kata Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Arief Rizky Wicaksana, Kamis (23/1).

Setelah pelanggan setuju, Ache pun meminta uang Rp 800 ribu dan KTP sang pemohon. Selanjutnya KTP tersebut diserahkan ke Alikhun dengan uang Rp 600 ribu. Setelah itu, Alikhun menyerahkan KTP tersebut ke Ma’aruf.

Tersangka Ma’aruf mendapat upah Rp 400 ribu untuk mengerjakan SIM palsu . Tersangka mengedit sendiri dan kemudian mencetak sendiri SIM palsu itu.

“Tersangka mencetak SIM tersebut ke warnet. Pengakuan tersangka sudah setahun ini beroperasi. Kami juga menemukan template akta kelahiran serta akta cerai di komputer tersangka Maruf,” ungkapnya.

Terbongkarnya sindikat pemalsuan SIM serta STNK ini bermula ketika anggota Satlantas Polrestabes Surabaya menghentikan salah satu pengendara di simpang empat Jalan Tembaan, Bubutan, Surabaya, pada 15 Januari lalu.

Saat itu pelanggar menyerahkan SIM yang ternyata palsu sehingga ditindak oleh Bripka Andi Hendro. “Kemudian barang bukti kami serahkan ke Satreskrim Polrestabes Surabaya untuk diselidiki,” kata Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Teddy Chandra.

Saat ditanya mengenai ide pemalsuan, tersangka Alikhun mengaku sebagai inisiatornya. Alikhun yang memiliki usaha biro jasa pengurusan bertemu dengan seseorang yang meminta perpanjangan SIM.

Namun, karena sudah habis masa berlakunya, sehingga tidak bisa. Ia pun menawarkan untuk membuatkan SIM palsu. “Orang itu mau, lalu saya menawarkan ke Ma’aruf yang bisa membuat SIM palsu,” kata Alikhun.

Berawal dari situ, ia bersama Ma’aruf berhasil membuat SIM palsu. Hingga akhirnya kedua tersangka itu mengenal Aceng. Aceng yang mencarikan orer, kemudian Alikhun yang menyerahkan ke Ma’aruf. Aceng mendapat keuntungan Rp 200 ribu, Alikhun juga Rp 200 ribu, sisanya Rp 400 ribu diberikan ke Ma’aruf.(estu)

Related Articles

Leave a Comment

Dari Santri Untuk Indonesia

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More