Home HUKUM Dua Anak PNS Ini Nekat Jadi Begal

Dua Anak PNS Ini Nekat Jadi Begal

by Fatur Rohman
0 comment 88 views

 

Dunia gemerlap (dugem) yang seringkali mendapat respon negatif di kalangan masyarakat . Apalagi bila sudah kecanduan masuk kedalam dunia gemerlap itu adalah remaja ABG. Sangat rentan terjerumus kepada hal-hal yang bisa merugikan diri sendiri dan bisa saja merugikan orang lain.

Dampak dugem sangat komplek dan cenderung negatif diantaranya: memicu perbuatan kriminal, karena untuk happy itu perlu modal. Bila seorang sudah dalam taraf kecanduan dugem, apapun akan dilakukannya.

Seperti kejahatan yang dilakukan, Sory Maulana (23) dan Irsal Haryono (20) warga Desa Kesek, Labang, Bangkalan Madura ini melakukan aksi pembegalan di luar kota.

Kedua anak PNS ini harus diberi tindakan tegas dengan ditembak kakinya karena berusaha melarikan diri saat disergap petugas. Sangat miris sekali, mereka tak segan-segan mengancam melukai korbannya dengan celurit yang sudah dipersiapkannya.

Kanit Jatanras Sat Reskrim Pokrestabes Surabaya AKP Iwan Hari Purwanto mengatakan, kedua tersangka dalam melakukan aksinya selalu mengancam korban dengan celurit , terangnya dalam jumpa pers, senin (13/1/2020).

“Dalam melakukan aksinya, tersangka berboncengan mencari calon korban yang mengendarai motor di jalan sepi. Mereka lalu memepet dan hentikan korban sambil mengacungkan celurit yang dibawa,” kata AKP Iwan.

Dari pengakuan tersangka Irsal (20), uang hasil kejahatanya dipakai untuk bersenang-senang bersama kekasihnya di tempat hiburan malam “Warehouse” jl Basuki Rahmat, Surabaya. “Uangnya saya buat untuk senang-senang, minum-minum sama pacar saya,” katanya. Ia mendapatkan imbalan Rp1 juta untuk satu unit sepeda motor.

Dalam menjalankan aksi begalnya, Irsal memilih korban yang usianya sebaya dengan dirinya. Dua bersaudara ini mengancam korban dengan senjata tajam untuk memberhentikannya, kemudian tersangka mengambil barang-barang berharga milik korban.

Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Iwan Hari Purwanto menjelaskan, keduanya melancarkan aksi Curas di daerah Jalan IR. H Soekarno Kota Surabaya, pada 24 November 2019 yang lalu. Setelah mendapat laporan tersebut, Unit Jatanras langsung menurunkan tim untuk menangkap pelaku di daerah Bangkalan.

“Tersangka ditangkap dirumahnya di Bangkalan. Namun, pada saat kami melakukan penangkapan kedua tersangka ini mencoba untuk melarikan diri dan melawan petugas dengan menggunakan senjata tajam, kami terpaksa melumpuhkan dengan menembak kakinya,” tegasnya.

Hasil penggeledahan dari rumah tersangka di temukan beberapa barang bukti dari hasil kejahatan, di antaranya dompet berisi ATM, KTP, Voucher belanja milik korban, HP korban dan sepeda motor. Petugas juga mengamankan tiga buah sajam jenis celurit yang digunakan untuk mengancam korban.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan (Curas) dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Nah,  bila sudah terjadi demikian yang jelas perbuatan mereka mencoreng wajah orang tua. Yang harus di jadikan pelajaran, harus ada kemauan dari orangtua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif dan nyaman. Kondisi yang tidak harmonis di keluarga akan menyebabkan anak mencari tempat hiburan malam untuk mencari kehidupan yang menurut mereka lebih menyenangkan. ( fatur)

Related Articles

Leave a Comment

Dari Santri Untuk Indonesia

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More