Home Khasanah Misteri Jodoh Manusia : Sudah Tertulis Di Lauhul Mahfudz

Misteri Jodoh Manusia : Sudah Tertulis Di Lauhul Mahfudz

by Fatur Rohman
0 comment

Rahasia Allah dalam Diri Manusia seperti dalam hal rezeki, jodoh serta  maut menjadi hak prerogatif Allah dan semua itu menjadi ketentuan bagi orang-orang yang berpikir.

Membahas masalah jodoh, sebuah ketentuan Allah yang telah tercatat dalam lauhul mahfudz dan ditakdirkan dengan sebab-sebabnya. Setiap orang telah tercatat pasangan hidupnya, telah ditentukan dengan siapa dia akan menikah. Tidaklah tersembunyi bagi Allah ‘azza wa jalla sesuatu pun yang ada di bumi dan yang ada di langit.

Sehingga yang perlu di garisbawahi,  bahwa jodoh merupakan hujjah Allah. Ada orang yang dimudahkan jodohnya, ada pula yang harus berjuang, berkorban perasaan, dan berliku untuk bertemu dengan jodohnya.

Ada yang menikah di usia muda belia, ada pula yang menikah di usia sudah mendekati senja. Ada yang dipertemukan jodohnya di dunia, ada pula yang sendirian hingga tiba masa kematiannya.

Jodoh memang rahasia Allah, segala yang terkait dengannya merupakan misteri bagi kita semua. Siapa jodoh kita dan dari mana asalnya, hanya Allah yang tahu semuanya.

Demikian juga dengan waktu pernikahannya, kita tidak bisa menebaknya. Yang ada hanyalah ikhtiar kita untuk menuju ke gerbang pernikahan.

Maka bersyukurlah, bagi yang sudah bertemu dengan jodohnya, sudah menikah, dan menjalani hidup bersama kekasih belahan jiwa. Separuh agama telah sempurna, mari pelihara yang separuh lagi dengan bertakwa kepada-Nya.

“Bila seorang hamba menikah, maka sesungguhnya ia telah menyempurnakan separuh agama. Maka hendaklah ia bertakwa pada Allah dalam separuh yang lainnya.” (HR. Baihaqi).

Namun ada juga, yang ditakdir Alla hidup sendiri sebagai bujangan, selama kita taat pada-Nya, kelak akan mendapatkan balasan. Bila di dunia tidak bertemu dengan jodohnya, bisa jadi di akhirat nanti Allah menyediakan jodoh yang lebih baik baginya. Hanya Allah yang tahu segalanya.

Sesungguhnya Allah telah menakdirkan sebagian para kekasih-Nya untuk hidup sendirian, sebagaimana kita ketahui bersama ada beberapa ulama yang belum sempat menikah selama hidupnya untuk menitik beratkan pada “ngangsu kaweruh” dan berfokus pada ilmu agama.

Mereka bukan mengingkari perintah untuk menikah, tapi kondisi yang tidak memungkinkan untuk melaksanakan pernikahan. Mereka bukan rahib yang sengaja mengebiri diri, tapi manusia normal yang merindukan pernikahan. Tapi Allah menakdirkan hidup sebagai bujangan.

Sekali lagi, pahami bahwa jodoh adalah ketentuan Allah SWT. Sedangkan bagi yang kebelet nikah semoga tak menjadikan diri kita menghinakan diri dengan berbuat dosa. Semoga kita mampu menjaga diri dan senantiasa berada dalam kesucian. (fatur)

 

Related Articles

Dari Santri Untuk Indonesia

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More