Home Peristiwa Macet Parah Menuju Wisata Kota Batu

Macet Parah Menuju Wisata Kota Batu

by Amirudin
0 comment 14 views

KOTA BATU — Tiga hari terakhir ini untuk mencapai titik lokasi objek wisata di Kota Batu harus ekstra sabar.  Wisatawan harus berjibaku dengan kemacetan terlebih dahulu untuk mencapai lokasi yang dituju. Lantaran arus lalu lintas di area jalur utama kota dingin ini sangat padat.

Kemacetan itu terjadi bukan saat liburan harian besar atau sekolah, melain juga saat akhir pekan meskipun tidak sepadat ketika liburan. Para wisatawan yang menggunakan kendaraan roda empat harus bersabar berjam-jam dalam kendaraan.

Kemacetan terparah itu terjadi saat berada di pintu masuk Desa Pendem. Di sana kepadatan kendaraan didominasi dengan kendaraan roda empat, bus.

Kemudian hingga jalan Ir Soekarno, di sana lah letak kemacetan yang cukup panjang dan padat. Untuk pergerakan kendaraan ini membutuhkan waktu yang lama.

Misalnya mulai dari Kecamatan Karanglo Kabupaten Malang masuk ke kota Batu yang biasanya bisa ditempuh dalam kurun waktu kurang satu jam, tetapi pada saat nataru dan liburan sekolah sekarang ini bisa ditempuh hingga 2 hingga 4 jam bahkan 5 jam.

Tentunya ini bukanlah hal yang mudah, belum lagi saat di perjalanan cukup banyak kendaraan mereka mogok. Sehingga terpaksan terhenti di tengah perjalanan.

Ya di tengah-tengah kepadatan itu, bau kampas rem merupakan hal yang lumrah. Salah satu wisatawan asal Surabaya Indah Sukmasari mengatakan, untuk bisa datang ke Kota Batu bukan hal yang mudah saat liburan.

“Perlu perjuangan meskipun hanya di dalam mobil, kita harus sabar dengan kemacetan yang panjang ini. Dan ini kemacetannya parah,” ucap Indah.

Jika semula ia meprediksi bisa berwisata di dua tempat, sayangnya prediksi itu terpaksa gagal lantaran macet. Dan Indah hanya dapat menikmati satu wisata saja di Kota Batu.

“Di awal itu kami sekeluarga mau berwisata ke dua tempat, tapi karena kejebak macet panjang jadi cuma satu tempat saja yang bisa dikunjungi,” imbuhnya. (estu)

Related Articles

Leave a Comment

Dari Santri Untuk Indonesia

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More