Home Khasanah Menelusuri Hijaber Nusantara

Menelusuri Hijaber Nusantara

by Fatur Rohman
0 comment 496 views

 

Seringkali kita dengar, hijab dan jilbab hanya dianggap sebagai budaya Arab dan bukan warisan asli Nusantara. Fakta sejarah tidak menunjukkan demikian, hijab merupakan identitas asli Muslimah Indonesia sejak berabad-abad yang lalu, meski pada awalnya hanya berupa kerudung yang ditaruh di atas kepala.

Jean Gelman Taylor, seorang ilmuwan Australia menyatakan,  pemakaian hijab pada wanita Nusantara tempo doeloe bukan mayoriras. Dia mengemukakan bahwa tidak ada gambar hijab di foto-foto perempuan Nusantara pada tahun 1880-an sampai 1890-an (sejak awal ditemukannya alat pengambilan gambar). Namun, ada sebagian pahlawan perempuan Indonesia yang memakai hijab di masa lalu.  Diantara pahlawan perempuan muslim justru tidak memakainya. Hal ini menunjukkan bahwa pemakaian hijab adalah sebuah pilihan.

Berdasarkan catatan sejarah, hijab pertama kali dipakai oleh seorang muslimah bangsawan dari Makassar, Sulawesi Selatan pada abad 17. Dimasa awal pergerakan Nasional, perempuan Jawa pada 1900-an mengikuti cara berbusananya dengan kerudung yang minimalis dan simple.

Seiring waktu, wanita di Nusantara berhijab sesuai kearifan lokal budaya setempat. Namun, pada era perintahan presiden Soeharto sempat melarang pemakaian hijab di sekolah, maupun tempat kerja. Pada era Orde Baru, beranggapan bahwa hijab adalah simbol politis yang berasal dari Mesir dan Iran yang situasi politiknya tidak sama dengan situasi budaya Indonesia. Pemerintah saat itu khawatir bahwa hijab akan dijadikan sebagai identitas politik yang akan mengganggu stabilititas pemerintah.

Hingga Orde Baru berakhir, pemakaian hijab semakin diterima di masyarakat. Tidak lama kemudian, hijab telah menjadi tren terbaru di kalangan para muslimah. Hal ini juga didukung oleh dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah telah menyatakan bahwa hijab adalah pakaian ideal untuk muslimah. Pengakuan dari kedua organisasi inilah yang menjadikan semakin banyak orang yang menerima hijab sebagai pakaian ideal bagi muslimah di Indonesia.

Berbagai alasan wanita berhijab

Ada saja pendapat nyiyir menyatakan bahwa banyak muslimah yang memakai hijab karena alasan menampilkan kesalehan si pemakai. Artinya dengan menggunakan hijab, seorang muslimah mempercayai bahwa dirinya lebih saleh daripada mereka yang memutuskan untuk tidak menggunakannya.

Banyak muslimah Indonesia juga mempunyai alasan ini saat memutuskan untuk menggunakan hijab. Survei pada tahun 2014, menyebutkan bahwa 95% responden dari para hijaber mengatakan bahwa alasan menggunakan hijab adalah karena alasan agama. Sebagian yang lain menggunakan hijab karena alasan keamanan, kenyamanan dan alasan politis.

Hakekatnya, berhijab menunjukkan identitas sebagai wanita muslim, manfaat lainnya juga untuk menjauhkan muslimah dari kemungkinan pelecehan dari orang lain. Merupakan suatu ketentuan dalam islam, yang dijadikan syariat bagi wanita muslim untuk menutup aurat.

Allah SWT berfirman : “Dan katakanlah kepada wanita-wanita mukminat, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan janganlah menampakkan perhiasan mereka kecuali yang biasa nampak dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka”. [An Nuur:31].

Seiring perkembangan jaman, fungsi hijab meluas, tidak hanya sekedar sebagai penutup kepala dan dada. Banyak sekali model hijab yang terus ikut berubah. Bahkan banyak model hijab syar’i yang di gandrungi seperti milik vokalis gambus, Nissa Sabyan. (fatur/bbs)

 

Related Articles

Leave a Comment

Dari Santri Untuk Indonesia

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More