Home Nasional Lagi, Tim Intelijen Kejaksaan Agung Tangkap 1 Pelaku Kejahatan Dari Wilayah Jatim

Lagi, Tim Intelijen Kejaksaan Agung Tangkap 1 Pelaku Kejahatan Dari Wilayah Jatim

by Fatur Rohman
0 comment 193 views

JAKARTA – Upaya pemberantasan kejahatan yang dilakukan oleh Kejaksaan RI benar-benar di acungi dua jempol. Ruang gerak pelaku kejahatan dipersempit, ini adalah bukti kesungguhan kinerja aparatur negara dalam hal ini Kejaksaan dalam memberangus kejahatan khususnya dalam kasus korupsi.

Satu lagi keberhasilan tim Intelijen Kejaksaan Agung RI bersama tim Intelijen Kejaksaan Jawa Timur  (Jatim) dalam mengamankan dan menangkap terpidana kasus suap (korupsi) asal Jatim. Betapa tidak, Indra Iriansyah , SH adalah pelaku kejahatan yang berasal dari wilayah hukum Kejati Jatim, tidak berkutik saat dirinya ditangkap saat menghadiri Rakernas di kawasan Pondok Cabe, Tanggerang Selatan, Banten pada Rabu (04 Desember 2019) pukul 00.01 WIB .

” Hal ini merupakan pelaku kejahatan ke -157 yang terkategori tersangka, terdakwa, dan terpidana hingga saat ini 04 Desember 2019 yang berhasil diamankan. Dan sejak program tabur 32.1 diluncurkan oleh Kejaksaan tahun 2018 sudah mencapai 364 orang yang berhasil di amankan oleh kejaksaan RI dari berbagai wilayah” kata Dr Mukri SH, MH   Kapenkum Kejaksaan Agung dalam keterangan pers.

Terpidana, Indra Iriansyah, SH (62) lahir di jakarta, 30 September 1957 silam. Sosok lelaki ini adalah mantan Kepala BPN Surabaya 2 yang tersangkut tindak pidana dalam kasus korupsi. Dirinya terbukti bersalah, telah memberikan persetujuan perpanjangan sertifikat  Hak Guna Bangunan (HGB) PT Ketabangkali elektronik (PT. KE) diatas tanah hak pengelolaan PT.SIER yang seharusnya dalam pengajuan SHGB ini.

PT.KE lebih dulu meminta perjanjian pengelolaan tanah industri (PPTI) dari PT.SIER selaku pemegang hak pengelolaan lahan yang sah. Namun pada kenyataannya, PT KE langsung mengajukan ke BPN tanpa menyertakan PPTI.

Atas terbuktinya perbuatan ini, terpidana dijatuhi hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 50 Juta subsider 3 bulan berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 4PK/PID.SUS/2014 tanggal 19 Maret 2014.  Saat ini terpidana menunggu proses pemindahan menuju Surabaya untuk menjalani proses hukumnya. (mh)

Related Articles

Leave a Comment

Dari Santri Untuk Indonesia

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More