Home HUKUM Palsukan Blanko dan SIM Colombo, Pria Ini Ditangkap Polisi

Palsukan Blanko dan SIM Colombo, Pria Ini Ditangkap Polisi

by admin
0 comment 23 views

SURABAYA — Meski pemberantasan para calo yang gentayangan di Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (SATPAS) Colombo Surabaya, terus digalakkan, namun ulah para calo masih terus mewarnai pengurusan SIM di Colombo. Bahkan para calo itu semakin berani. Seperti yang dilakukan Ruby Periyapto (33) seorang calo di Colombo  harus berurusan dengan polisi.

Warga Jl Banyu Urip Surabaya dilaporkan telah membuat SIM palsu. Ruby pun akhirnya ditangkap petugas Unit Resmob Polrestabes Surabaya pada Selasa 19 November 2019 lalu. Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes, dalam menjalankan aksi penipuannya, Ruby yang telah ditetapkan sebagai tersangka ini mengiming-imingi korban yang akan membuat SIM di Samsat Colombo sehari langsung jadi.

Tersangka kemudian memasang tarif Rp 500 ribu untuk pengurusan SIM C dan SIM A Rp 600 ribu. Korban merasa tertipu akhirnya melapor polisisi karena telah mengeluarkan uang setengah juta, namun tidak kunjung jadi. “Setelah dilakukan penyelidikan, kami dapat mengamankan tersangka bersama barang bukti, guna membuat surat keterangan permohonan SIM,” ungkap Bima Sakti di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (29/11/2019).

Beberapa barang bukti penipuan yang diamankan polisi dari tersangka Ruby, diantaranya blangko permohonan SIM baru, 5 flash disk dan 4 STNK palsu.

Sementara itu, tersangka Ruby mengakui bahwa dirinya telah melakukan penipuan kepada sejumlah pemohon SIM baru yang ia temui di Satpas Colombo Jl Kerapu Surabaya. Para korban itu telah menyerahkan uang masing-masing Rp 500 ribu kepada Ruby. “Orang yang mau bikin SIM baru, saya mintai dana Rp 500 ribu. Karena teman saya yang biasa mengurus ke dalam menarik Rp 450 ribu. Jadi saya dapat untung Rp 50 ribu tiap orang,” ungkapnya.

Disinggung temannya yang biasa mengurus ke dalam, tersangka berdalih belum pernah bertemu secara langsung, melainkan berkomunikasi melalui ponsel. “Saya kenal di facebook, dia meminta untuk pengurusan secara kolektif minimal 10 orang, tapi setelah dihubungi HP nya mati,” tambahnya.

Guna meyakinkan calon korbannya, tersangka terlebih dahulu memalsukan surat keterangan permohonan SIM, yang dibuat di warnet. “Saya ambil surat keterangan permohonan di Google, lalu saya print,” sebutnya.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan dan pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen negara dan diancam pidana selama 4 tahun penjara.(estu)

Related Articles

Leave a Comment

Dari Santri Untuk Indonesia

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More