Home Khasanah Awas, Jaman Wis Akhir ( bagian 1)

Awas, Jaman Wis Akhir ( bagian 1)

by Fatur Rohman
0 comment 145 views


Bila, Jaman wis (sudah)  akhir .  Banyaknya, kejadian yang tidak lazim serta fenomena yang tidak semestinya telah terjadi. Pemimpinnya tidak bisa dijadikan teladan. Yang ada hanya berebut harta dan kekuasaan. Semakin sulit mencari figur yang bisa dijadikan panutan.
Tidak ada lagi keadilan, semua bisa diperjualbelikan sehinga sulit membedakan mana yang
haq dan yang bathil. Tepat sekali bila sekarang ini , kita berada di akhir jaman.

Jaman wis akhir… jaman wis akhir,  bumine goncang. Akale jungkir… akale jungkir, negarane goncang. Jaman wis akhir …jaman wis akhir,  bumine goncang. Akale jungkir… Akale jungkir negarane goncang. Jaman wis akhir …Jaman wis akhir,  dunyane sungsang. Makmume kintir.. makmume kintir . imame ilang.

Dan syair lagu “Jaman Wis Akhir” yang sering kita dengar (sekarang dirilis ulang oleh Cak Nun) cukup menggambarkan bila tanda-tanda kiamat semakin dekat.

Beberapa waktu yang lalu, di Ponorogo di gegerkan isu kiamat datang dalam waktu dekat. Sontak, 52 warga Ponorogo bergegas memilih pindah ke Malang. Mereka adalah jamaah “Thoriqoh Akmaliyah Ash Sholihiyah”, Pondok pesantren Kasembon Malang.

Para jamaah itu pindah dengan alasan kiamat sudah dekat. Saking percayanya mereka bahkan rela menjual harta benda yang diklaim sesuai perintah kiai di ponpes itu. Meski sudah ada himbauan bahwa itu masih sekedar isu kiamat,  namun hal itu tidak pernah digubris jamaah.

Bahkan ada yang menjual rumah, mobil dan sawah untuk bekal pindah ke Malang. Alasannya, ingin dekat dengan pengasuh pondok “ Thoriqoh Akmaliyah “ yang rutin menggelar pengajian tiap Sabtu dan Minggu disana. Sebagian besar jamaah bila ditanya mengapa pindah ke lokasi pondok,pasti dijawab : pingin masuk surga. Sekilas menggelitik kejadian ini, tapi faktanya benar-benar terjadi dimasyarakat. Apabila kiamat itu memang sebenarnya telah dekat.

Dinegara lain, seorang penulis Muslim asal Iraq menulis dalam bukunya yang berjudul “Dzuhur al-Mahdi’am Nubu’ah Qur’aniyah” juga mengungkap soal dekatnya kiamat, kedatangan Imam Mahdi Alaihis Salam yang sudah diulas dalam Al Quran.

Dalam buku ini, Jaber memaparkan tanda-tanda kiamat semakin dekat,  ancaman Asteroid yang akan menabrak bumi pada 2022, terjadinya bencana besar di Jazirah Arab pada tahun 2020, direbutnya Al Quds oleh kaum muslim tahun 2022 hingga turunnya Isa al masih pada tahun 2021.

Semua ramalan Jaber ini merujuk pada rahasia bilangan 19, seperti yang ditemukan Sayyid Bassa Jarrar yang menggunakan perhitungan angka dengan metode al Jumal al Taqlidi dan al Jumal al Shaghir. Bilangan 19 adalah jumlah huruf yang terdapat pada kata Basmallah.

Ia menguraikan, bahwa bilangan 19 merupakan bilangan primer dalam system matematika, karena terdiri dari angka terkecil 1 dan angka terbesar 9. Beberapa keistimewaan bilangan 19 dalam Al Quran, diantaranya kata Allah terulang dalam Al Quran sebanyak 2698 kali (19X142), kata Rahman terulang dalam Al Quran sebanyak 57 kali (19X3) dan kata Rahim terulang dalam Al Quran sebanyak 114 (19X6).

Menurut Imam Ali bin Abi Thalib as, setiap yang berada pada Al Quran, terhimpun pada surat Al Fatihah. Dan setiap yang ada pada Al Fatihah, terhimpun pada kalimat Basmallah. Dan setiap yang ada kalimat Basmalah, terhimpun pada huruf Ba. Dan, setiap yang ada pada huruf ‘Ba’, terhimpun pada titik yang berada di bawah huruf tersebut. Karena itulah,  Jaber yakin berbagai misteri ini bisa dipecahkan dengan merujuk pada ayat Al Quran.

Lebih lanjut ungkap Jaber,  surat Al Maidah di ayat 22, dimulai pada kata Lan nadkhuluha hatta yakhruju, jika dihitung berdasar al Jumal al Taqlidi, berjumlah 2008. Angka ini menunjukkan bangsa Palestina akan terusir dari tanah mereka (tepi barat). Ayat tersebut bisa ditafsirkan bahwa bangsa Yahudi yang tinggal di luar Israel tidak akan bisa masuk ke Palestina sampai mereka menentukan garis batas Negara. Petunjuk ayat ini cocok dengan kenyataan saat ini, Israel tengah bersepakat untuk menetapkan program perluasan empat pemukiman Yahudi di tepi barat.

Israel tidak hanya mengusir bangsa Palestina, juga akan menghancurkan Masjid Al Aqsa, untuk membangun Haikal Sulaiman. Diprediksikan akan terjadi pada tahun 2021. Jaber bersandar pada  Al Baqarah ayat 114. Kata Jaber, penemuan Haikal Sulaiman terjadi pada 42 bulan, atau 1260 hari, atau 3,5 tahun, sebelum perang armagedon (kiamat). Dalam prediksi sebelumnya, armagedon yang berakhir dengan pembebasan Masjid Al Aqsa terjadi pada tahun 2022. Jadi, penghancuran al Aqsa pada awal 2021. Angka ini sama dengan jumlah kata dalam surat Al Baqarah dari ayat pertama sampai ayat 114, yang membahas tentang kaum yahudi.

Sampai saat ini belum terungkap secara detail siapakah Jaber Bolushi, penulis buku ini. Namun dalam situs pribadi, banyak yang dipajang, koleksi foto pribadinya. Memang, buku yang mengupas Imam Mahdi sudah banyak bertebaran, baik dari kalangan ulama Syiah atau Sunni. Sebagian besar ulama meyakini kehadiran Imam Mahdi, yang kemudian disusul turunnya Isa al Masih. Namun, tak satupun berani membuat ramalan kapan Imam Mahdi akan muncul. (fatur.1)

 

Related Articles

Leave a Comment

Dari Santri Untuk Indonesia

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More