Home Khasanah Ketika Gua jadi tempat Khalwat dengan Allah (bagian 1)

Ketika Gua jadi tempat Khalwat dengan Allah (bagian 1)

by Fatur Rohman
0 comment 143 views

 

Sejak jaman pra sejarah, gua sudah dijadikan tempat tinggal bagi makhluk-makhluk purba. Tempat berlindung dari hewan buas, angin dingin dan hujan. Bahkan gua juga sebagai sarana persembunyian dari kejaran musuh.  (Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami”.       (Al Kahfi 10)
      Allah azza wa Jalla mengabarkan bahwa mereka adalah 7 pemuda (Ashabul Kahfi) yang lari untuk menyelamatkan keimanan mereka dari kaum mereka yang sudah terjerat oleh kesyirikan dan pengingkaran terhadap hari kebangkitan, supaya fitnah itu tidak menimpa mereka. Mereka mengungsi ke sebuah goa yang  berada di gunung.
         Dari sinilah, dapat kita memikirkannya betapa Allah maha mengetahui walau didalam gua sekalipun. Justru didalam kesunyian, seringkali menjadikan kita semakin tawakal pada Allah. Kecil dihadapanNya, kita senantiasa berharap pertolonganNya.  Inilah pentingnya kita ber-khalwat dengan Allah, akan mempertebal sifat tawadu’ dan menjauhkan sifat sombong, angkuh serta merasa hebat. Padahal disaat sendiri, siapalah kita. Manusia lemah tanpa daya dan upaya apalagi jauh dari manusia lain dan teknologi.
       khalwat sendiri artinya menyepi atau mengasingkan diri . Secara bahasa khalwat (khalaa-yakhluu-khalwatan) menyendiri disuatu tempat yang ada adalah diri seorang itu dengan Rab-nya. Namun ada juga mengartikan kalau khalwat ini berduaan ditempat sepi dengan lawan jenis. Ini beda konteks.
       Orang yang berdo’a dimalam hari mengadu pada Allah sambil menitikkan airmata disaat orang lain tidur, juga bentuk dari khalwat. Disitulah seorang itu merasakan kebersamaannya dengan Allah SWT tanpa kesertaan orang lain. Seakan cuma dirinya dengan Tuhannya saja, segala urusan duniawi ditanggalkannya sejenak ketika itu, yang ada hanya tawakal (berserah diri pada Allah). 
       Dalam perjalanan kisah kenabian baginda Rasulullah SAW,  gua Hira menjadi tempat bersejarah yang tak bisa lepas dari pengangkatan baginda Muhammad sebagai seorang nabi dan Rasul. Menginjak usia 40 tahun, Rasulullah saw. menjadi gemar ber-khalwat. Rupanya Allah SWT. menjadikan kekasihnya gemar menyendiri di dalam Gua Hira. Gua Hira terletak di Jabal Nur di sebelah barat laut kota Mekkah. Dalam khalwat Rasulullah beribadah selama beberapa malam. Adakalanya 10 malam, adakalanya juga lebih dari sebulan. Setelah ber-khalwat, Rasulullah pulang ke rumah lalu beberapa hari dan menyiapkan kembali bekal untuk ber-khalwat lagi di Gua Hira. Begitulah kebiasaan Rasul sampai menerima wahyu.
       Tugas utama kenabian adalah untuk menggapai cita ideal yang dikehendaki oleh Allah SWT. Tindakan menyendiri dari kehidupan yang riuh dan ramai atau ber-khalwat yang dilakukan oleh baginda rasulullah sejatinya adalah persiapan untuk melaksanakan dan mengemban tugas yang besar itu.
        Syeikh Duktur Muhammad Ramadhan Al-Buthy dalam kitab Sirah Nabawiyah-nya menjelaskan salah satu hikmah terbesar dari khalwat adalah menghilangkan penyakit yang tidak bisa diobati serta merenungi diri sendiri dengan menjauhkan hiruk pikuk dunia dan gemerlap isinya. Kesombongan, ujub, riya, dengki, dan cinta dunia adalah penyakit yang merasuki jiwa, kemudian bercokol di dalam hati lalu menghancurkan batin manusia.
        Penyakit batin seperti itu, tidaklah bisa disembuhkan selain dengan menyendiri beberapa saat untuk memikirkan hakikat-Nya, Kebesaran-Nya, dan zat-Nya yang Maha Agung lagi Maha Menciptakan segala sesuatu yang ada di dunia ini. Dengan melakukan perenungan panjang seperti itu, semua penyakit hati akan rontok satu persatu. Hati akan kembali hidup di bawah naungan cahaya pengetahuan dan kejernihan.
( fatur .1)

 

Related Articles

Leave a Comment

Dari Santri Untuk Indonesia

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More