Home Pendidikan Umsida Gelar Seminar Al Islam

Umsida Gelar Seminar Al Islam

by admin
0 comment 8 views
Dari Kiri ke Kanan pembicara Seminar Umsida : Dr. Kumara Adji Kususma, S.Fil.I., CIFP., Kepala Sekretariat Universitas & Urusan Internasional, Profesor Dr Tobroni MSi, Dekan FAI UMM, Agus Purwanto Drs Msc, Dr. Akhtim Wahyuni, M.Ag Dekan Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan.

SIDOARJO — Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Dr Hidayahtullah M Si sangat bahagia melihat antusias peserta pada Seminar Al Islam dan Kemuhammadiyahan ( AIK) Ke 2 yang diselenggarakan di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Kampus 1, Sabtu (16/11). Dalam sambutannya, ia menyatakan AIK menjadi kebutuhan untuk terus dikembangkan. Seminar AIK ini bertujuan sebagai bentuk kajian integrasi nilai-nilai Islam dengan Sains.

Lebih lanjut ia juga menyampaikan harapannya, ia mengatakan, “Semoga kita bisa mendapatkan pengetahuan tentang kajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dalam berbagai perspektif,”ujarnya. Diakhir kesempatan, Rektor mengajak para Mahasiswa mengikuti acara seminar ini dengan bersungguh-sungguh.

“Para mahasiswa Umsida bisa mendapatkan pengetahuan baru di luar kegiatan perkuliahan dalam kelas, dan untuk mahasiswa selain Umsida semoga bisa mendapatkan pengetahuan baru yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Dr HM Saad Ibrahim MA hadir pula pada Seminar itu menyampaikan beberapa point penting yang perlu dipahami seorang muslim dalam konteks pendidikan islam.

“Dalam konteks pendidikan islam secara keseluruhan, membangun mindset seorang muslim untuk bertanggung jawab kepada agamanya ada sepuluh poin, salah satunya adalah meyakini mengenai kebenaran islamiyah, jadi proses edukasi mengenai islam harus dimulai dengan proses membangun, memperkuat, memperkokoh keyakinan pada islam”, paparnya.

Selain itu, Saad Ibrahim juga menambahkan bahwa ada empat paradigma antara sains dan islam. “Bangunan sains islam itu terdiri dari empat paradigma yakni kemakmuran, pemikiran nasional, pembuktian-pembuktian empirik, dan yang terakhir adalah sesuai dengan intuisi, sesuai dengan tauhid”, jelasnya.

Terakhir, “Melalui tonggak yg dilakukan Muhammadiyah pada pertemuan yang kedua ini, melalui seminar nasional Al Islam dan Kemuhammadiyahan lebih khusus dan fokus pada relasi antara islam dan sains. Maka kita harus letakkan, kita langkahkan, sekalipun hanya satu langkah besar”, pungkasnya.(*)

Leave a Comment

Dari Santri Untuk Indonesia

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More