Home HUKUM Arena Sirkuit Balap GBT Dikomersilkan Tanpa Ijin

Arena Sirkuit Balap GBT Dikomersilkan Tanpa Ijin

by admin
0 comment 5 views

SURABAYA|MATAHATI– Pemkot Surabaya kecolongan, arena Sirkuit Balap Gelora Bung Tomo dijadikan ajang mengeruk rupiah oleh Event Organizer (EO) SDC.(13/09/2019)

Bagaimana tidak, pengunjung yang masuk dan ingin mempergunakan arena sirkuit balap harus membayar dengan tarif bervariasi. Untuk kendaraan sepeda motor dengan kapasitas 100-200 CC wajib bayar Rp. 100.000/motor. Untuk kapasitas diatas 200 CC (MOGE) Rp.250.000/Motor.

Tak hanya itu, setiap kendaraan bermotor roda dua dikenakan tarif karcis masuk Rp.10.000/motor, Rp.50.000/mobil.

Hanny, ketua SDC yang mengaku sebagai pihak penyelenggara saat ditemui mengatakan, kegiatan yang diadakan tersebut sudah mendapatkan ijin dari dinas Dispora Pemkot Surabaya. “Kegiatan malam ini sudah ada ijinya mas, kalau tidak percaya tanya dan telpon langsung saja ke pihak Dispora,” katanya kepada Bidik

Saat media ini mencoba meminta menunjukan bukti surat ijin yang dikeluarkan oleh Dispora, lagi-lagi ketua SDC tersebut mengatakan jika sudah mengantongi bukti surat ijin penyelengaraan dan sewa dari pihak Dispora. “Sebentar saya ambilkan buktinya. Kalau sampean gak percaya tanya aja ke mbak Rasti pegawai Dispora yang bantu mengurus perijinananya,”tegasnya

Terpisah, Polsek Pakal Surabaya yang membawahi wilayah hukum kegiatan balap motor tersebut mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan di GBT tersebut sudah ijin ke Polsek.

Kapolsek Pakal saat dikonfirmasi melalui Iptu M. Saleh mengatakan, bahwa pihak SDC sebagai penyelenggara sdh mengajukan surat pemberitahuan ke Polsek Pakal.

“Ada ijinnya kok mas, tadi sore baru di tanda tangani,” kata Saleh kepada BIDIK.

Sementara itu Edi Kabid Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Pemkot Surabaya saat dikonfirmasi mengatakan jika kegiatan penyelenggaraan drag race tersebut tidak mengantongi ijin dari pihak Dispora.

“Gak ada ijinnya, kita juga kecolongan. Itu bukan kami tapi oknum. Saat ini kami juga mencari siapa oknum penyelenggara event tersebut, “tegasnya.

Yang menjadi pertanyaan benarkah Pemkot Surabaya kecolongan terkait kegiatan acara tersebut? Apakah selama ini komplek sarana Gelora Bung Tomo mulai pintu masuk tidak ada petugas jaga untuk antisipasi pengamanan sehingga setiap orang leluasa masuk ke komplek Gelora Bung Tomo? (Ali)

Related Articles

Leave a Comment

Dari Santri Untuk Indonesia

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More